Minggu, 27 April 2014

Laporan Penelitian Pembuatan Pupuk Kompos Cair Skala Rumah Tangga



LAPORAN PENELITIAN
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS CAIR SKALA RUMAH TANGGA
DARI SAMPAH ORGANIK



OLEH :
KELOMPOK 3 XI IPA 6

1.   SULASTRI
2.   WIDYA STUTI LATAMANG
3.   HAIKAL
4.   DENY KARYADI
5.   ANDI MUHAMMAD KHADAFI
6.   NINI ANDRIANI J
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat serta karuniaNya penulis dapat menyelesaikan makalah penelitian  yang berjudul “Pemanfatan sampah organik dalam pembuatan pupuk kompos cair” sesuai waktu yang telah ditentukan. Terselesainya makalah ini tentu tak lepas dari bantuan semua pihak. Untuk penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut andil dalam pembuatan makalah ini.
Tak ada hal yang sempurna, tak ada gading yang tak retak. Begitu pula penyelesaian makalah ini tentu belum sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah yang selanjutnya.

            Makassar, 08 April 2014

                                                                                                     Penulis










DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL………………………………………………………………………..
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..3
BAB I PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG……………………………………………………………..................4
B.     RUMUSAN MASALAH………………………………………………………….................5
C.     TUJUAN PEMBAHASAN……………………………………………………….................5
D.     MANFAAT……………………………………………………………………….................6
BAB II              KAJIAN PUSTAKA          
A.    SEJARAH PENGUNAAN PUPUK……………………………………………...................7
B.     PENERTIAN PUPUK CAIR ORGANIK…………………………………………..............8
C.     MANFAAT PUPUK CAIR ORGANIK……………………………………........................8
D.     KEUNGGULAN  DAN  KEKURANGAN PUPUK CAIR ORGANIK…………...............9
E.      APLIKASI PUPUK  CAIR ORGANIK……………………………………………............10

BAB III  METODE PENELITIAN
A.    JUDUL PENELITIAN………………………………………………………......................11
B.    WAKTU  DAN TEMPAT…………………………………………………………….........11
C.    ALAT DAN BAHAN……………………………………………………............................11
D.    PROSEDUR KERJA…………………………………………………….............................13
E.     KEKURANGAN PUPUK CAIR ORGANIK………………………….……………..........13

BAB IV  PENUTUP
A.    KESIMPULAN……………………………………………………………................….....14



BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Berdasarkan  UU no 12 tahun 1992 pasal 20 ayat 2,  yang berbunyi “pelaksanaan perlindungan tanaman  menjadi  tanggug  jawab masyarakat dan pemerintah”, tersirat kewajiban seluruh lapisan masyarakat untuk ikut aktif dalam menghasilkan tanaman budidaya yang berkualitas bagus serta aman untuk dikonsumsi. Untuk menghasilkan tanaman organic yang berkualitas maka perlu adanya perawatan yang serius seperti pemberian pupuk kompos. Selain pupuk kompos dapat meningkatkan kualitas tanaman, juga dapat memperbaiki struktur tanah, serta dapat menciptakan budaya hidup sehat. Karena dengan pembuatan kompos ini, sampah rumah tangga tidak lagi mencemari lingkungan dan menimbulkan masalah namun justru mendatangkan keuntungan.
Pupuk kompos adalah pupuk yang dibuat  dari sampah organik. Pembuatan pupuk kompos ini tidak terlalu rumit, tidak memerlukan tempat yang luas serta tidak menghabiskan banyak biaya. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sendiri, tidak perlu membeli.
Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.     Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara. DKI Jakarta menghasilkan 6000 ton sampah setiap harinya, di mana sekitar 65%-nya adalah sampah organik. Dan dari jumlah tersebut, 1400 ton dihasilkan oleh seluruh pasar yang ada di Jakarta, di mana 95%-nya adalah sampah organik. Melihat besarnya sampah organik yang dihasilkan oleh masyarakat, terlihat potensi untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (Rohendi, 2005).
  1. Rumusan Masalah
Bagaimana cara membuat pupuk kompos cair dari sampah organik selama 14 hari ?
  1. Tujuan
1.      Mengetahui langkah – langkah pembuatan kompos
2.      Mengetahui cara untuk mempercepat pembuatan kompos
3.      Mengetahui kondisi yang mendukung terbentuknya kompos dalam waktu singkat
4.      Mengetahui proses terjadinya pupuk kompos dari minggu ke minggu
5.      Mengetahui cara pembuatan biokatalisator EM4

  1. Manfaat
 1.      Penulis bisa  mempraktikkan cara pembuatan pupuk kompos cair dari sampah organik 
 2.      Menambah pengetahuan tentang pembuatan pupuk kompos cair
 3.      Mengaplikasikan teori yang diterima dengan praktek  dalam kehidupan sehari -  hari.












BAB II
KAJIAN TEORI
  1. Sejarah Penggunaan Pupuk
Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang lalu. Bentuk primitif dari penggunaan pupuk dalam memperbaiki kesuburan tanah dimulai dari kebudayaan tua manusia di daerah aliran sungai-sungai Nil, Efrat, Indus, Cina, dan Amerika Latin. Lahan-lahan pertanian yang terletak di sekitar aliran-aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun. Di Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani. Penduduk Indonesia sudah mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganya pun relatif murah dan mudah diperoleh. Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.





  1. Pengertian Pupuk Cair Organik
Pupuk organik cair adalah laruran dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Larutan ini digunakan untuk mencukupi kebutuhan hara yang dperlukan tanaman agar mampu memproduksi dengan baik. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik cair dapat mengatasi masalah lingkungan dan membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik saat ini.
  1. Manfaat Pupuk Cair Organik
Spesifikasi Dan Manfaat :
1.      Mengandung giberlin, Manfaat:
·         Merangsang pertumbuhan tunas baru
·         Mempebaiki sistem jaringan sel dan memperbaiki sel-sel rusak
·         Merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada tumbuhan
·         Memperbaiki klorofil pada daun
·         Merangsang pertumbuhan kuncup bunga
·         Memperkuat tangkai serbuk sari pada bunga
·         Memperkuat daya tahan pada tanaman
    2. Mengandung alkohol(alcohol) Manfaat :
      Sterilisasi pada tumbuhan (mengurangi dan menghentikan pertumbuhan mikroba pengganggu pada tumbuhan terutama pada daun dan batang, seperti, bercak daun (penyakit blas), jamur/khamir/cendawan serta spora organisme penyakit.

  1. Keunggulan dan Kekurangan Pupuk Cair Organik
v  Keunggulan:
§    Mudah untuk membuatnya
§    Murah harganya
§    Tidak ada efek samping bagi lingkungan maupun tanaman
§    Bisa juga dimanfaatkan untuk mengendalikan hama pada daun (bio-control), seperti ulat pada tanaman sayuran.
§    Aman karena tidak meninggalkan residu, pestisida organik juga tidak mencemari lingkungan.
v  Kekurangan:
o   Perlu ketekunan dan kesabaran yang tinggi dalam membuatnya.
o   Hasilnya tidak bisa diproduksi secara masal.


  1. Aplikasi Pupuk Cair Organik
Aplikasi dari pupuk cair organik :
·         10 cc pupuk cair organik untuk 1-1,4 liter air. Disemprotkan pada mulut daun dan batang
·         Waktu yang dibutuhkan adalah pada pagi hari sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 4 sore
·         Dapat digunakan dengan sistem infus
·         Khusus untuk perangsang buah pada kelapa sawit ditambahkan larutan NaCl 1 ons untuk 14 liter air








BAB III
METODE PENELITIAN
1.      Judul : Pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan pupuk cair
2.      Waktu dan Tempat : BALPELKES ( Rumah Widya Stuti L ) , 30 Maret 2014.
3.      Alat dan Bahan :
a.       Bahan :
v  Sampah Organik ( Sisa Sayuran )
v  Cairan mollase
v  Air sumur
v  Aktifator IM
b.      Alat :
v  Komposter ( Wadah )
v  Kasa Plastik
v  PH Meter
v  Sarung tangan
v  Masker
v  Timbangan
v  Parang
CAIRAN MOLLASE                                                            SISA SAYURAN
SPRAYER                                                      AKTIFATOR IM



4.      Prosedur kerja :
v  Siapkan komposter, kemudian sampah organik yang sudah dicacah di masukkan kedalam komposter, kemudian siapkan cairan aktifator
v  Caranya, spraiyer disiapkan dengan ukuran 800 ml. Kemudian sprayer di isi dengan air sumur kemudian di tambahkan aktifator IM.
v  Kemudian di kocok hingga tercampur merata kemudian di semprotkan di seluruh sampah organik lalu ditutup rapat. Simpan di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
v  Rendam selama beberapa hari. Bisa 7, 14, atau 21 hari.
v  Setelah di rendam, saring pupuk tersebut dengan menggunakan saringan kelapa agar sisa-sisa daun yang tidak teurai terpisahkan dengan pupuk cair.
v  Setalah disaring, masukkan kedalam botol atau spraiyer dan pupuk siap digunakan pada tanaman.
5.      Kekurangan dalam Pembuatan pupuk cair organik
1.      Takaran aktifator IM, cairan mollase, dan air sumur tidak akurat.
2.      Bahannya susah untuk didapatkan
3.      Kurangnya kekompakkan kelompok dalam proses pembuatannya.
4.      Banyaknya kegiatan yang mengakbatkan proses pembuatan pupuk cair organik selalu ditunda.

BAB IV
PENUTUP
  1. KESIMPULAN :
Pupuk organik cair adalah laruran dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Larutan ini digunakan untuk mencukupi kebutuhan hara yang dperlukan tanaman agar mampu memproduksi dengan baik. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin.









GAMBAR PROSES PEMBUATAN PUPUK KOMPOS CAIR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar