LAPORAN PENELITIAN
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS CAIR SKALA RUMAH TANGGA
DARI SAMPAH ORGANIK
OLEH :
KELOMPOK 3 XI IPA 6
1. SULASTRI
2. WIDYA STUTI LATAMANG
3. HAIKAL
4. DENY KARYADI
5. ANDI MUHAMMAD KHADAFI
6. NINI ANDRIANI J
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas
limpahan rahmat serta karuniaNya penulis dapat menyelesaikan makalah
penelitian yang berjudul “Pemanfatan
sampah organik dalam pembuatan pupuk kompos cair” sesuai waktu yang telah
ditentukan. Terselesainya makalah ini tentu tak lepas dari bantuan semua pihak.
Untuk penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut
andil dalam pembuatan makalah ini.
Tak ada hal yang sempurna, tak ada gading yang tak retak. Begitu pula
penyelesaian makalah ini tentu belum sempurna, oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan
makalah yang selanjutnya.
Makassar, 08 April 2014
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL………………………………………………………………………..
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………2
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..3
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG……………………………………………………………..................4
B.
RUMUSAN
MASALAH………………………………………………………….................5
C.
TUJUAN PEMBAHASAN……………………………………………………….................5
D.
MANFAAT……………………………………………………………………….................6
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.
SEJARAH
PENGUNAAN PUPUK……………………………………………...................7
B.
PENERTIAN
PUPUK CAIR ORGANIK…………………………………………..............8
C.
MANFAAT
PUPUK CAIR ORGANIK……………………………………........................8
D.
KEUNGGULAN
DAN KEKURANGAN PUPUK CAIR
ORGANIK…………...............9
E.
APLIKASI PUPUK
CAIR ORGANIK……………………………………………............10
BAB III METODE PENELITIAN
A.
JUDUL
PENELITIAN………………………………………………………......................11
B. WAKTU DAN TEMPAT…………………………………………………………….........11
C. ALAT DAN
BAHAN……………………………………………………............................11
D.
PROSEDUR
KERJA…………………………………………………….............................13
E.
KEKURANGAN
PUPUK CAIR ORGANIK………………………….……………..........13
BAB IV PENUTUP
A.
KESIMPULAN……………………………………………………………................….....14
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Berdasarkan UU no 12 tahun 1992 pasal 20 ayat 2, yang berbunyi “pelaksanaan perlindungan
tanaman menjadi tanggug
jawab masyarakat dan pemerintah”, tersirat kewajiban seluruh lapisan
masyarakat untuk ikut aktif dalam menghasilkan tanaman budidaya yang
berkualitas bagus serta aman untuk dikonsumsi. Untuk menghasilkan tanaman
organic yang berkualitas maka perlu adanya perawatan yang serius seperti
pemberian pupuk kompos. Selain pupuk kompos dapat meningkatkan kualitas tanaman,
juga dapat memperbaiki struktur tanah, serta dapat menciptakan budaya hidup
sehat. Karena dengan pembuatan kompos ini, sampah rumah tangga tidak lagi
mencemari lingkungan dan menimbulkan masalah namun justru mendatangkan
keuntungan.
Pupuk kompos adalah pupuk yang
dibuat dari sampah organik. Pembuatan
pupuk kompos ini tidak terlalu rumit, tidak memerlukan tempat yang luas serta
tidak menghabiskan banyak biaya. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan
sendiri, tidak perlu membeli.
Kompos adalah hasil penguraian
parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat
secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan
yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford,
2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami
penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan
bahan organik sebagai sumber energi. Membuat
kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat
terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang
seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator
pengomposan. Sampah terdiri dari dua bagian, yaitu bagian organik dan
anorganik. Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%, sehingga
pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Kompos sangat
berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah sampah organik
yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau
dan lepasnya gas metana ke udara. DKI Jakarta menghasilkan 6000 ton sampah
setiap harinya, di mana sekitar 65%-nya adalah sampah organik. Dan dari jumlah
tersebut, 1400 ton dihasilkan oleh seluruh pasar yang ada di Jakarta, di mana
95%-nya adalah sampah organik. Melihat besarnya sampah organik yang dihasilkan
oleh masyarakat, terlihat potensi untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk
organik demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (Rohendi,
2005).
- Rumusan Masalah
Bagaimana
cara membuat pupuk kompos cair dari sampah organik selama 14 hari ?
- Tujuan
1. Mengetahui langkah – langkah pembuatan
kompos
2. Mengetahui cara untuk mempercepat
pembuatan kompos
3. Mengetahui kondisi yang mendukung
terbentuknya kompos dalam waktu singkat
4. Mengetahui proses terjadinya pupuk kompos
dari minggu ke minggu
5. Mengetahui cara pembuatan biokatalisator
EM4
- Manfaat
1.
Penulis bisa mempraktikkan cara
pembuatan pupuk kompos cair dari sampah organik
2.
Menambah pengetahuan tentang pembuatan pupuk kompos cair
3.
Mengaplikasikan teori yang diterima dengan praktek dalam kehidupan sehari - hari.
BAB II
KAJIAN TEORI
- Sejarah Penggunaan Pupuk
Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan
bagian daripada sejarah pertanian. Penggunaan pupuk diperkirakan sudah dimulai
sejak permulaan manusia mengenal bercocok tanam, yaitu sekitar 5.000 tahun yang
lalu. Bentuk primitif dari penggunaan pupuk dalam memperbaiki kesuburan tanah
dimulai dari kebudayaan tua manusia di daerah aliran sungai-sungai Nil, Efrat,
Indus, Cina, dan Amerika Latin. Lahan-lahan pertanian yang terletak di sekitar
aliran-aliran sungai tersebut sangat subur karena menerima endapan lumpur yang
kaya hara melalui banjir yang terjadi setiap tahun. Di Indonesia, pupuk organik
sudah lama dikenal para petani. Penduduk Indonesia sudah mengenal pupuk organik
sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia. Setelah revolusi hijau,
kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis
menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, harganya pun
relatif murah dan mudah diperoleh. Kebanyakan petani sudah sangat tergantung
pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi
pertanian. Tumbuhnya kesadaran para petani akan dampak negatif penggunaan pupuk
buatan dan sarana pertanian modern lainnya terhadap lingkungan telah membuat
mereka beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik.
- Pengertian Pupuk Cair Organik
Pupuk organik cair adalah laruran dari
pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan,
dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Larutan ini
digunakan untuk mencukupi kebutuhan hara yang dperlukan tanaman agar mampu
memproduksi dengan baik. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara
cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu
menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk
organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan
sesering mungkin. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga
larutan pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh
tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik cair dapat mengatasi masalah
lingkungan dan membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik
saat ini.
- Manfaat Pupuk Cair Organik
Spesifikasi
Dan Manfaat :
1. Mengandung
giberlin, Manfaat:
·
Merangsang pertumbuhan tunas baru
·
Mempebaiki sistem jaringan sel dan
memperbaiki sel-sel rusak
·
Merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada
tumbuhan
·
Memperbaiki klorofil pada daun
·
Merangsang pertumbuhan kuncup bunga
·
Memperkuat tangkai serbuk sari pada
bunga
·
Memperkuat daya tahan pada tanaman
2. Mengandung alkohol(alcohol) Manfaat :
Sterilisasi pada tumbuhan (mengurangi dan
menghentikan pertumbuhan mikroba pengganggu pada tumbuhan terutama pada daun
dan batang, seperti, bercak daun (penyakit blas), jamur/khamir/cendawan serta
spora organisme penyakit.
- Keunggulan dan Kekurangan Pupuk Cair Organik
v Keunggulan:
§ Mudah
untuk membuatnya
§ Murah
harganya
§ Tidak
ada efek samping bagi lingkungan maupun tanaman
§ Bisa
juga dimanfaatkan untuk mengendalikan hama pada daun (bio-control), seperti
ulat pada tanaman sayuran.
§ Aman
karena tidak meninggalkan residu, pestisida organik juga tidak mencemari
lingkungan.
v Kekurangan:
o
Perlu ketekunan dan kesabaran yang
tinggi dalam membuatnya.
o
Hasilnya tidak bisa diproduksi secara
masal.
- Aplikasi Pupuk Cair Organik
Aplikasi
dari pupuk cair organik :
·
10 cc pupuk cair organik untuk 1-1,4
liter air. Disemprotkan pada mulut daun dan batang
·
Waktu yang dibutuhkan adalah pada pagi
hari sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 4 sore
·
Dapat digunakan dengan sistem infus
·
Khusus untuk perangsang buah pada kelapa
sawit ditambahkan larutan NaCl 1 ons untuk 14 liter air
BAB III
METODE PENELITIAN
1. Judul
: Pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan pupuk cair
2. Waktu
dan Tempat : BALPELKES ( Rumah Widya Stuti L ) , 30 Maret 2014.
3. Alat
dan Bahan :
a. Bahan
:
v Sampah
Organik ( Sisa Sayuran )
v Cairan
mollase
v Air
sumur
v Aktifator
IM
b. Alat
:
v Komposter
( Wadah )
v Kasa
Plastik
v PH
Meter
v Sarung
tangan
v Masker
v Timbangan
v Parang
CAIRAN
MOLLASE SISA
SAYURAN
SPRAYER AKTIFATOR
IM
4. Prosedur
kerja :
v Siapkan
komposter, kemudian sampah organik yang sudah dicacah di masukkan kedalam
komposter, kemudian siapkan cairan aktifator
v Caranya,
spraiyer disiapkan dengan ukuran 800 ml. Kemudian sprayer di isi dengan air
sumur kemudian di tambahkan aktifator IM.
v Kemudian
di kocok hingga tercampur merata kemudian di semprotkan di seluruh sampah
organik lalu ditutup rapat. Simpan di tempat yang teduh dan terhindar dari
sinar matahari langsung.
v Rendam
selama beberapa hari. Bisa 7, 14, atau 21 hari.
v Setelah
di rendam, saring pupuk tersebut dengan menggunakan saringan kelapa agar
sisa-sisa daun yang tidak teurai terpisahkan dengan pupuk cair.
v Setalah
disaring, masukkan kedalam botol atau spraiyer dan pupuk siap digunakan pada
tanaman.
5. Kekurangan
dalam Pembuatan pupuk cair organik
1. Takaran
aktifator IM, cairan mollase, dan air sumur tidak akurat.
2. Bahannya
susah untuk didapatkan
3. Kurangnya
kekompakkan kelompok dalam proses pembuatannya.
4. Banyaknya
kegiatan yang mengakbatkan proses pembuatan pupuk cair organik selalu ditunda.
BAB IV
PENUTUP
- KESIMPULAN :
Pupuk organik cair adalah laruran dari
pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan,
dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Larutan ini
digunakan untuk mencukupi kebutuhan hara yang dperlukan tanaman agar mampu
memproduksi dengan baik. Kelebihan dari pupuk organik ini adalah dapat secara
cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu
menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk
organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan
sesering mungkin.
GAMBAR PROSES PEMBUATAN PUPUK KOMPOS
CAIR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar