Hello. Selamat datang di rumah kumpulan tulisan kecilku, hope you enjoy it:) Don't judge. Being respectful. Happy reading everyone!!!!
Minggu, 15 Juni 2014
Selasa, 10 Juni 2014
Laporan Hasil Pembuatan Pupuk Takakura Skala Rumah Tangga
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah
puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan karya ilmiah ini.
Terima
kasih kepada guru kami, karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk
membuat KOMPOS TATAKURA sehingga kami dapat menyusun (laporan) karya ilmiah
ini. Serta teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan bokashi serta
penyusuan laporan ini. Sehingga laporan
ini dapat diselesaikan.
Laporan
ini tidak lain berisi tentang cara PEMBUATAN KOMPOS TATAKURA dari bahan yang
ada. Laporan ini juga di buat agar siswa lebih memahami tentang mengelolah
lingkungan.
Penulis
menyadari masih banyak yang harus disempurnakan dalam laporan ini, untuk itu
penulis menerima semua saran dan kritik yang bersifat membangun dalam
penyempurnaan laporan ini. Semoga
laporan ini dapat bermanfaat serta memudahkan dalam mempelajari materi
ini.
Makassar,
Mei 2014
Sulastri
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Pupuk Kompos sering didefinisikan
sebagai suatu proses penguraian yang terjadi secara biologis dari
senyawa-senyawa organik yang terjadi karena adanya kegiatan mikroorganisme yang
bekerja pada suhu tertentu didalam atau wadah tempat pengomposan berlangsung.
Peningkatan produksi pertanian,
tidak terlepas dari penggunaan bahan kimia, seperti pupuk buatan/anorganik dan
pestisida. Penggunaan pupuk buatan/kimia dan pestisida saat ini oleh petani
kadang kala sudah berlebihan melebihi takaran dan dosis yang dianjurkan,
sehingga menggangu keseimbangan ekosistem, disamping itu tanah cendrung menjadi
tandus, organisme-organisme pengurai seperti zat-zat rensik, cacing-cacing
tanah menjadi habis, demikian juga binatang seperti ular pemangsa tikus,
populasi menurun drastis.
Pemakian pupuk pada waktu yang bersamaan
(awal musim hujan) oleh petani, mengakibatkan sering terjadi kelangkaan pupuk
di pasaran, walaupun ada harganya sangat tinggi, sehingga sebagian petani tidak
sanggup membeli, akibatnya tanaman tidak dipupuk, produksi tidak optimal. Perlu
ada trobosan untuk mengatasi hal tersebut, salah satu diantaranya adalah
pembuatan pupuk organik (kompos).
Bahan pembuatan pupuk organik atau lebih
dikenal dengan kompos memanfatkan limbah pertanian, seperti jerami,
daun-daunan, rumput, pupuk kandang, serbuk gergaji, bahan tersebut mudah
didapat dan tersedia dilahan pertanian.
Hal itulah yang mendasari kami sebagai
siswa- siswi SMAN 12 MAKASSAR membuat alternatif pemecahan masalah terhadap hal
tersebut untuk membantu para petani dan lingkungan sekitar yaitu dengan
memanfaatkan limbah tersebut dengan menjadikannya sebagai kompos yang menggunakan teknologi yang sederhana dan cara
pembuatannya lebih mudah dibuat karena memanfaatkan dari bahan yang mudah
didapat seperti kotoran hewan ternak dan tentunya hasilnya pun lebih baik.
Disamping itu pupuk organik memiliki manfaat serta mutu dan nilai yang
ekonomis.
- Tujuan
Tujuan dari pembuatan laporan ini
adalah untuk mengetahui cara pembuatan kompos tatakura serta memberi wawasan
baru dari siswa itu sendiri dalam hal mengelola limbah menjadi sesuatu yang
lebih bermanfaat bagi kita sendiri maupun orang lain.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Judul
: Pembuatan Kompos Tatakura “ Bling-Bling “ skala rumah tangga.
2. Tempat
: Jln. Bangkala 2 No. 52 blok 1 Perumnas Antang ( Rumah Erik )
3. Pengertian
Kompos Takakura
Kompos
Takakura adalah kompos yang terbuat dari sampah organik seperti sayuran,
buah-buahan, dan daun-daunan (tidak boleh yang mengandung protein seperti :
nasi, tulang dan sebagainya) . Kelebihan kompos ini adalah tidak mengeluarkan
bau dan kering . Penemu kompos ini berasal dari Jepang, bernama Mr.Takakura .
Itu sebab nya kompos ini dinamakan kompos takakura.
Takakura adalah salah satu metode
pengomposan baik skala rumah tangga maupun skala kawasan. Metode ini tidak
memerlukan lahan yang luas dan kapasitasnya cocok dengan volume sampah domestic
yang dibuang oleh rumah tangga sehari-harinya. Dengan metode ini, sampah
organic rumah tangga dapat dikelola dengan mudah, tidak menimbulkan bau, tidak
menyita banyak waktu dalam pemrosesannya dan hasilnya langsung dimanfaatkan.
Keranjang kompos Takakura adalah hasil
penelitian dari seorang ahli Mr. Koji TAKAKURA dari Jepang. Mr. Takakura
melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistem pengolahan sampah organik.
Selama kurang lebih setahun, Mr. Takakura bekerja mengolah sampah dengan
membiakkan bakteri tertentu yang ’memakan’ sampah organik tanpa menimbulkan bau
dan tidak menimbulkan cairan.
Dalam pelaksanaan penelitiannya, Mr.
Takakura mengambil sampah rumah tangga, kemudian sampah dipilah dan dibuat
beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak
berbau dan kering. Jenis bakteri yang dikembang biakkan oleh Takakura inilah
yang kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan
itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut “Takakura Home Method” yang
dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama “Keranjang Takakura”.
4.
BAHAN-BAHAN
DAN KEGUNAANNYA
- Komposter untuk membantu proses pembusukan sampah organic
- Sampah organic yang tidak berprotein agar saat pembusukan tidak ada belatung nya
- Sabut kelapa agar kompos tidak bau dan basah
- Ram nyamuk atau strimin untuk dijadikan bantalan sabut kelapa
- Kardus sebagai tempat proses pembusukan
- Jarum dan tali rapia/benang kasur untuk menjahit bantalan
- Bekatul untuk mempermudah pembusukan
- Sekam bakar (jika perlu) bila bau
- Serbuk kayu (jika perlu) untuk mengeringkan kompos bila basah
- Keranjang untuk menjadi tempat kardus agar terlihat lebih cantik.
5.
CARA PEMBUATAN
- Pembuatan Starter
·
Menyiapkan starter mikroorganisme yang
terdiri dari :
a. Starter
dengan larutan gula
§ Siapakan
toples kaca ukuran 5 liter yang kedap udara.
§ Tambahkan
kedalam toples 200 gram gula merah kemudian diencerkan dengan 3 liter air
bersih, aduk sampai rata.
§ Masukkan
5 butir ragi ( poteng ). Bisa di ganti dengan sepotong tempe atau tape.
§ Tutup
rapat toples, diamkan 3-5 hari. Warna akhir larutan coklat pekat dan baunya
wangi tape.
b. Starter
dengan larutan garam
§ Siapkan
toples kaca ukuran 5 liter yang kedap udara
§ Tambahkan
satu sendok makan garam dapur, encerkan dengan 3 liter air kemudian pilih
beberapa potong sayuran hijau seperti kangkung, bayam, atau kulit buah-buahan (
kulit pepaya dan pisang ) – sayuran tersebut di lumatkan dengan menggunakan
blender lalu di masukkan ke dalam toples.
§ Diamkan
3-5 hari.
§ Jika
sudah mengeluarkan bau seperti tape maka kompos siap di gunakan.
PEMBUATAN
BIBIT
Caranya :
Ø Siapkan
100 kg dedak, 100 kg sekam, kemudian starter mikroorganisme, kemudian air
bersih dan terpal plastik.
Ø Kemudian
aduk dedak dan sekam sampai merata lalu di tambahkan larutan starter yang telah
dibuat. Siram dengan air bersih hingga kelembapan 40-60 %
Ø Kemudian
ditutup dengan terpal plastik dan diamkan 5-7 hari. Tanda bahwa komposnya jadi
yaitu permukaan di kompos terdapat jamur putih, tidak berbau, dan warnanya
coklat
MENYIAPKAN KERANJANG
TATAKURA
Ø Menyiapkan
keranjang yang berukuran 60 liter ( bisa terbuat dari plastik, anyaman,
bambu/rotan, bentuknya siinder/kotak, harus memiliki pori-pori udara.
Ø Dinding
keranjang dilapisi dengan kardus atau kerts tebal, supaya kompos yang
dimasukkan tidak berhamburan keluar.
LANGKAH-LANGKAH
PEMBUATAN KOMPOS TATAKURA
Ø Masukkan
sekitar2-3 kg bibit kompos tatakura.
Ø Masukkan
sampah organik kedalam keranjang tatakura ( sisa sayuran, kulit-kulit buah,
nasi-nasi basi, mie yang sudah tidak di konsumsi ). Yang jangan masukkan (
daging, tulang, telur, susu, dan sampah hewan lainnya )
Ø Kemudian
aduk sampah tersebut dengan bibit kompos tatakura yang terdapat di dalam
keranjang.
Ø Tutup
keranjang rapat-rapat agar serangga dan lalat tidak masuk.
Ø Apabila
keranjang sudah penuh kira-kra 90 % sudah terisi, ambil 2/3 nya lalu pindahkan
kedalam karung. Biarkan selama 2 minggu sebelum di gunakan.
Ø Kompos
yang dihasilkan kerng, tidak terdapat
cairan.
Ø Kompos
tatakura sudah terbentuk sempurna apabila teksturnya seperti tanah, yakni
berwarna coklat kehitaman dan tidak berbau. Lalu dimasukkan kedalam karung.
6.
PERKEMBANGAN
KOMPOS
- 3 hari pertama :
Biasa saja, pembusukan belum berjalan lancar.
- 3 hari kedua :
Daun
sudah mulai menghitam.
- 3 hari ketiga :
Kompos
sudah mulai membusuk dengan baik
- 3 hari keempat:
Pembusukan
tetap berjalan dengan baik.
7.
MASALAH
YANG TIMBUL
ü Pada
3 hari pertama sampah agak lama membusuk.
8.
TIPS
AGAR KOMPOS CEPAT MEMBUSUK
- Beri sampah organik setiap hari
- Selalu dikontrol
- Diberi bekatul sebagai suplemen
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan yang kami
lakukan adalah kompos takakura merupakan cara pembuatan kompos yang terbilang
mudah, tidak menimbulkan bau yang menyengat, tidak basah sehingga dapat
dilakukan di dalam ruangan.
- Saran
Kompos
takakura harus di kontrol setiap hari dan di ciprati air karena jika tidak itu
akan membuat sampah organik sukar untuk membusuk . Jika kompos sukar membusuk,
pembuatan kompos akan memakan waktu lebih lama. Berilah bekatul sebagai
supelmen akan membuat mikroba lebih sehat dan giat mengolah kompos.
Makalah Sistem Endoktrin " Kalenjar Pankreas dan Timus "
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya
makalah ini dengan judul “Kelenjar Timus dan Pankreas”.
Makalah
ini disusun sesederhana mungkin agar lebih muda dipahami tentang bagaimana
proses kerja dari saraf dan indra kita. Tanpa kita sadari betapa sangat
berartinya organ tubuh kita, dari itu kita harus tahu bagaimana kerja sistem
tubuh kita dalam memenuhi kebutuhan diri kita sendiri. Penulis mengharapkan
semoga makalah ini dapat memberi manfaat dan pengetahuan tentang sistem
kelenjar timus dan pankreas Selain itu makalah ini juga sebagai syarat tugas
dari mata pelajaran Biologi.
Mudah-mudahan
dengan adanya makalah ini, dapat memberi manfaat kepada para pembaca sebagai
dasar untuk lebih memudahkan dalam mempelajari Sistem Endoktrin. Kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan Makalah ini sehingga dapat
terselesaikan dengan mudah karena dukungan dan doa yang telah diberikan,
penyusun mengucapkan banyak terima kasih. Segala saran untuk penyempurnaan
makalah ini sangat diharapkan dan dengan ini diucapkan banyak terima kasih.
Wassalam.
Makassar,
23 Mei 2014
Kelompok
4
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL………………………………………………….…………………..
KATA PENGANTAR…………………………………………………………..……………1
DAFTAR ISI………………………………………………………………......………..…..2
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG……………………………………………………………................3
B.
TUJUAN.....………………………………………………………...…....……….................3
BAB II PEMBAHASAN
A.
ANATOMI
PANKREAS…………………………..................………………......................4
B.
HISTOLOGI
PANKREAS……………………………………........................,.,…..............8
C.
FISIOLOGI
PANKREAS……………………………………............................,.................10
D.
PENYAKIT
PADA PANKREAS…………..........................................................................17
A. PENGERTIAN
KALENJAR TIMUS………………………………………..…….............20
B. FISIOLOGI
KALENJAR TIMUS …………………………………………..………..........21
C. ANATOMI
KALENJAR TIMUS……………….………………………............................23
D.
KELAINAN
PADA KALENJER TIMUS……………………………………,,…...............25
BAB III PENUTUP
A.
KESIMPULAN……………………………………………………………................….....28
B.
SARAN............……………………………………………………………................….....29
PENUTUP...................................................................................................................................30
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kelenjar
tanpa saluran atau kelenjar buntu digolongkan bersama di bawah nama organ
endokrin, sebabsekresi yang dibuat tidak meninggalkan kelenjarnya melalui suatu
saluran, tetapi langsung masuk ke dalam darah yang beredar di dalam jaringan
kelenjar. Kata “endokrin” berasal dari bahasa yunani yang berarti “sekresi ke
dalam” : zat aktif utama dari sekresi interna ini disebut hormon, dari kata
yunani yang berarti “merangsang”. Beberapa dari organ endokrin menghasilkan
satu hormon tunggal, sedangkan yang lain lagi dua atau beberapa jenis hormon.
Misalnya kelenjar hipofisis menghasilkan beberapa jenis hormon yang
mengendalikan kegiatan banyak organ lain. Karena itulah maka kelenjar hipofisis
dilukiskan sebagai “kelenjar pimpinan tubuh”.
Pembentukan
sekresi interna adalah suatu fungsi penting, juga pada organ dan kelenjar lain,
seperti insulin dari kepulauan Langerhans di dalam pankreas, gastrin di dalam
lambung, ustrogen dan progesteron di dalam ovarium dan testosteron di dalam
testes.
Pengetahuan
tentang fungsi kelenjar-kelenjar didapati dengan mempelajari efek dari penyakit
yang ada di dalamnya dan hal ini biasanya dapat diterangkan sebagai akibat
produksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon yang diperlukan.
1.2. Tujuan
a. Untuk memenuhi tugas biologi yaitu
sistem endoktrin
b. Untuk lebih mengetahui tentang sistem kelenjar
endokrin khususnya kalenjar timus dan pankreas.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
PANKREAS
A. Anatomi Pankreas
Pankreas
merupakan suatu organ berupa kelenjar dengan panjang dantebal sekitar 12,5 cm
dan tebal + 2,5 cm (pada manusia). Pankreas terbentang dariatas sampai ke
lengkungan besar dari perut dan biasanya dihubungkan oleh duasaluran ke
duodenum (usus 12 jari), terletak pada dinding posterior abdomen di belakang
peritoneum sehingga termasuk organ retroperitonial kecuali bagian kecilcaudanya
yang terletak dalam ligamentum lienorenalis. Strukturnya lunak dan berlobulus.

Fungsi
dari kelenjar pankreas adalah :
v Mengatur
kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar gula
dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
v Pengurangan
kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran
glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati
untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.
v Kelenjar
pankreas terdapat dekat dengan perut dan memiliki dua fungsi utama. Seiring
dengan produksi hormon, ia memiliki peran lain untuk bermain dalam metabolisme
tubuh serta.
v Dua
fungsi utama kelenjar ini adalah untuk mengatur kadar glukosa darah dalam aliran
darah dengan hormon insulin dan glukagon, dan membantu dalam pencernaan makanan
oleh enzim pencernaan mensekresi.
v Fungsi
pertama mengatur BSL dalam tubuh dilakukan dengan bantuan alpha dan beta sel,
yang mensekresi glukagon dan insulin masing-masing. Ketika BSL naik, insulin
melakukan pekerjaan mengkonversi glukosa darah ekstra menjadi glikogen, yang
digunakan sebagai cadangan energi.
v Demikian
pula, fungsi lain dari pankreas, ketika BSL menurunkan di bawah normal, sel-sel
alfa yang membentuk glukagon, kembali mengubah glikogen menjadi glukosa dari
cadangan dalam hati dan ini dilepaskan dalam aliran darah. Oleh karena itu,
diabetes dan masalah kesehatan lainnya diatur dengan cara ini.
v Fungsi
pencernaan sederhana untuk memahami, seperti pankreas menghasilkan enzim
pencernaan yang disebut sari pankreas. Ini membantu makanan untuk lulus dari
usus kecil ke besar, membuat pencernaan lancar dan mengubah makanan menjadi
bahan yang bermanfaat.
1. Bagian Pankreas
Pankreas
dapat dibagi ke dalam :
a. Caput Pancreatis
berbentuk
seperti cakram dan terletak di dalam bagian cekung duodenum. Sebagian caput
meluas di kiri di belakang arteri dan vena mesenterica superior serta
dinamakanProcessus Uncinatus.
b. Collum Pancreatis
merupakan
bagian pancreas yang mengecil danmenghubungkan caput dan corpus pancreatis.
Collum pancreatisterletak di depan pangkal vena portae hepatis dan
tempatdipercabangkannya arteria mesenterica superior dari aorta.
c. Corpus Pancreatis
berjalan
ke atas dan kiri, menyilang garistengah. Pada potongan melintang sedikit
berbentuk segitiga.
d. Cauda Pancreatis
berjalan
ke depan menuju ligamentumlienorenalis dan mengadakan hubungan dengan hilum
lienale.
2. Hubungan
a. Ke anterior : Dari kanan ke kiri: colon
transversum dan perlekatanmesocolon transversum, bursa omentalis, dan gaster.
b. Ke posterior : Dari kanan ke kiri: ductus
choledochus, vena portae hepatisdan vena lienalis, vena cava inferior, aorta,
pangkal arteria mesenterica superior, musculus psoas major sinistra, glandula
suprarenalis sinistra, rensinister, dan hilum lienale.
3. Vaskularisasi
a. Arteriae
- A.pancreaticoduodenalis superior (cabang A.gastroduodenalis )
- A.pancreaticoduodenalis inferior (cabang A.mesenterica cranialis)
- A.pancreatica magna dan A.pancretica caudalis dan inferior cabang A.lienalis
b. Venae
Venae yang sesuai dengan
arteriaenya mengalirkan darah ke sistem porta.
4. Aliran Limfatik
Kelenjar
limfe terletak di sepanjang arteria yang mendarahi kelenjar.Pembuluh eferen
akhirnya mengalirkan cairan limfe ke nodi limfe coeliaci danmesenterica
superiors.
5. Inervasi
Berasal
dari serabut-serabut saraf simpatis (ganglion seliaca) dan parasimpatis
(vagus).
6. Ductus Pancreaticus
a. Ductus Pancreaticus Mayor (Wirsungi )
Mulai
dari cauda dan berjalan di sepanjang kelenjar menuju ke caput,menerima banyak
cabang pada perjalanannya. Ductus ini bermuara ke parsdesendens duodenum di
sekitar pertengahannya bergabung dengan ductuscholedochus membentuk papilla
duodeni mayor vateri. Kadang-kadang
muara ductus pancreaticus di duodenum
terpisah dari ductus choledochus.
b. Ductus Pancreaticus Minor ( Santorini )
Mengalirkan
getah pancreas dari bagian atas caput pancreas dan kemudian bermuara ke
duodenum sedikit di atas muara ductus pancreaticus pada papilla duodeni minor.
c. Ductus Choleochus et Ductus Pancreaticus
Ductus
choledochus bersama dengan ductus pancreaticus bermuara kedalam suatu rongga,
yaitu ampulla hepatopancreatica (pada kuda). Ampullaini terdapat di dalam suatu
tonjolan tunica mukosa duodenum, yaitu papilladuodeni major. Pada ujung papilla
itu terdapat muara ampulla. (Richard S.Snell, 2000).
B.
Histologi Pankreas
Pankreas
berperan sebagai kelenjar eksokrin dan endokrin .Kedua fungsi tersebut
dilakukan oleh sel-sel yang berbeda.
1. Bagian eksokrin
Pankreas
dapat digolongkan sebagai kelenjar besar,berlobus dan merupakan tubuloasinosa
kompleks.Asinus berbentuk tubular,dikelilingi lamina basal dan terdiri 5-8 sel
berbentuk pyramid yang tersusun mengelilingi luen sempit.Diantara
asini,terdapat jaringan ikat halus mengandung pembuluh darah,pembuluh
limfe,saraf dan saluran keluar.
2. Bagian Endokrin
Bagian
endokrin pankreas, yaitu Pulau Langerhans, tersebar di seluruh pankreas dan
tampak sebagai massa bundar, tidak teratur, terdiri atas sel pucat dengan
banyak pembuluh darah yang berukuran 76×175 mm dan berdiameter 20 sampai 300
mikron tersebar di seluruh pankreas, walaupun lebih banyak ditemukan di ekor
daripada kepala dan badan pankreas.(Derek Punsalam, 2009).Pulau ini dipisahkan
oleh jaringan retikular tipis dari jaringan eksokrin disekitarnya dengan
sedikit serat-serat retikulin di dalam
pulau.(Anonymous, 2009).Sel-sel ini membentuk sekitar 1% dari total jaringan
pankreas.(John Gibson,1981)
Pada
manusia, pulau Langerhans terdapat sekitar 1-2 juta pulau. Masing-masing memiliki pasokan darah yang besar. Darah dari pulau
Langerhans mengalir ke vena hepatika. Sel-sel dalam pulau dapat dibagi menjadi
beberapa jenis bergantung pada sifat
pewarnaan dan morfologinya.( Derek Punsalam, 2009)
Dengan
pewarnaan khusus, sel-sel pulau Langerhans terdiri dari empat macam :
1
.Sel Alfa, sebagai penghasil hormon glukagon. Terletak di tepi pulau,mengandung
gelembung sekretoris dengan ukuran 250nm, dan batas intikadang tidak teratur.
2. Sel Beta, sebagai penghasil hormon insulin.
Sel ini merupakan sel terbanyak dan membentuk 60-70% sel dalam pulau. Sel beta
terletak di bagian lebih dalam atau lebih di pusat pulau, mengandung
kristaloidromboid atau poligonal di tengah, dan mitokondria kecil bundar dan
banyak.
3.
Sel Delta, mensekresikan hormon somatostatin. Terletak di bagian manasaja dari
pulau, umumnya berdekatan dengan sel A, dan mengandunggelembung sekretoris ukuran
300-350 nm dengan granula homogen.
4.
Sel F, mensekresikan polipeptida pankreas. Pulau yang kaya akan sel F berasal
dari tonjolan pankreas ventral.(Anonymous, 2009)

Gambar
4. Sel-sel pulau Langerhans
C. Fisiologi Pankreas
1. Eksokrin
Getah
pankreas mengandung enzim -enzim untuk pencernaan ketiga jenis makanan utama :
protein, karbohidrat , dan lemak. Ia juga mengandung ion bikarbonat dalam
jumlah besar, yang memegang peranan penting
dalam menetralkan kimus asam yang keluarkan oleh lambung ke dalam
duodenum.
Enzim-enzim proteolitik adalah tripsin, kimotripsin,
karboksi peptidase, ribonuklease, deoksiribonuklease.Tiga enzim pertama
memecahkan keseluruhan dan secara parsial protein yang dicernakan,sedankan
neklease memecahkan kedua jenis asam nukleat : asam ribunokleat dan
deoksinukleat.
Enzim
pencernaan untuk karbohidrat adalah amilase pankreas yang menghidrolisis
pati,glikogen dan sebagian besar karbvohidrat lain kecuali selulosa untuk
membentuk karbohidrat,sedangkan enzim-enzin untuk pencernaan lemak adalah :
lipase pancreas yang menghidrolisis lemak netral menjadi gliserol,asam lemak
dan kolesterol esterase yang menyebabkan hidrolisis ester-ester kolesterol.
Enzim-enzim
protoeletik waktu disintesis dalam sel-sel pancreas berada dalam bentuk tidak
aktif : tripsinogen,kimotripsinogen, dan prokarboks peptidase,yang semuanya
secara enzimitik tidak aktif.zat-zat ini hanya akan menjadi aktif setelah
mereka disekresi ke dalam saluran cerna.tripsinogen diaktifkan oleh suatu enzim
yang dinamakan enterkinase yang disekresi oleh mukosa usus ketike kimus
mengadakan kontak dengan mukosa. Tripsinogen juga dapat diaktifkan oleh tripsin
yang telah dibentuk. Kimotripsinogen diaktifkan olehtripsin menjadi
kimotripsin, dan prokarboksipeptidase diaktifkan dengan beberapacara yang sama.
Penting
bagi enzim-enzim proteolitik getah pankreas tidak diaktifkansampai mereka
disekresi ke dalam usus halus, karena tripsin dan enzim-enzim lainakan
mencernakan pankreas sendiri. Sel-sel yang sama, yang mensekresi enzim-enzim
proteolitik ke dalam asinus pankreas serentak juga mensekresikan
tripsininhibitor. Zat ini disimpan dalam sitoplasma sl-sel kelenjar sekitar
granula-granulaenzim, dan mencegah pengaktifan tripsin di dalam sel sekretoris
dan dalam asinusdan duktus pankreas.
Pankreas
rusak berat atau bila saluran terhambat, sjumlah besar sekret pankreas
tertimbun dalam daerah yang rusak dari pankreas. Dalam keadaan ini,efek tripsin
inhibitor kadang-kadang kewalahan, dan dalam keadaan ini sekret pankreas dengan
cepat diaktifkan dan secara harfiah mencernakan seluruh pankreas dalam beberapa
jam, menimbulkan keadaan yang dinamakan pankreatitis akut. Hal ini sering
menimbulkan kematian karena sering diikutisyok, dan bila tidak mematikan dapat
mengakibatkan insufisiensi pankreas selamahidup.
Enzim-enzim
getah pankreas seluruhnya disekresi oleh asinus kelenjar pankreas. Namun dua unsur getah pankreas
lainnya, air dan ion bikarbonat,terutama disekresi oleh sel-sel epitel
duktulus-duktulus kecil yang terletak didepan asinus khusus yang berasal dari
duktulus. Bila pankreas dirangsang untuk mengsekresi getah pankreas dalam
jumlah besar ± yaitu air dan ion bikarbonatdalam jumlah besar ± konsentrasi ion
bikarbonat dapat meningkat sampai 145mEq/liter.
Setiap
hari pankreas menghasilkan 1200-1500 ml pancreatic juice, cairan jernih yang
tidak berwarna. Pancreatic juice paling banyak mengandung air, beberapa garam,
sodium bikarbonat, dan enzim-enzim. Sodium bikarbonatmemberi sedikit pH alkalin
(7,1-8,2) pada pancreatic juice sehingga
menghentikan gerak pepsin dari lambung dan menciptakan lingkungan
yangsesuai bagi enzim-enzim dalam usus halus.
Enzim-enzim
dalam pancreatic juice termasuk enzim pencernaankarbohidrat bernama pankreatik
amilase; beberapa enzim pencernaan proteindinamakan tripsin, kimotripsin,
karboksipeptidase; enzim pencernaan lemak yangutama dalam tubuh orang dewasa
dinamakan pankreatik lipase; enzim pencernaanasam nukleat dinamakan
ribonuklease dan deoksiribonuklease.Seperti pepsin yang diproduksikan dalam
perut dengan bentuk inaktifnyaatau pepsinogen, begitu pula enzim pencernaan
protein dari pankreas. Hal inimencegah enzim-enzim dari sel-sel pencernaan
pankreas.
Enzim
tripsin yang aktif disekresikan dalam bentuk inaktif dinamakantripsinogen.
Aktivasinya untuk tripsin diselesaikan dalam usus halus oleh suatuenzim yang
disekresikan oleh mukosa usus halus ketika bubur chyme ini tibadalam kontak
dengan mukosa. Enzim aktivasi dinamakan enterokinase.Kimotripsin diaktivasi
dalam usus halus oleh tripsin dari bentuk inaktifnya,kimotripsinogen. Karboksipeptidase
juga diaktivasi dalam usus halus oleh tripsin.Bentuk inaktifnya dinamakan
prokarboksipeptidase.
2. Endokrin
Tersebar
di antara alveoli pankreas, terdapat kelompok-kelompok kecil selepitelium yang
jelas terpisah dan nyata. Kelompok ini adalah pulau-pulau kecil/kepulauan
Langerhans yang bersama-sama membentuk organ endokrin.
Hormon-hormon
yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin adalah
:
a.Insulin
Insulin
adalah suatu polipeptida yang mengandung dua rantai asam aminoyang dihubungkan
oleh jembatan disulfida. Terdapat perbedaan kecil dalamkomposisi asam amino
molekul dari satu spesies ke spesies lain. Perbedaan ini biasanya tidak cukup
besar untuk dapat mempengaruhi aktivitas biologi suatuinsulin pada spesies
heterolog tetapi cukup besar untuk menyebabkan insulin bersifat antigenik.
Insulin dibentuk di retikulum endoplasma sel
B. Insulin kemudian dipindahkan ke aparatus golgi, tempat ia mengalami
pengemasan dalam granula-granula berlapis membran. Granula-granula ini bergerak
ke dinding sel melaluisuatu proses yang melibatkan mikrotubulus dan membran
granula berfusi dengan membran sel, mengeluarkan insulin ke eksterior melalui
eksositosis. Insulin kemudian melintasi lamina basalis sel B serta kapiler dan
endotel kapiler yang berpori mencapai aliran darah.Waktu paruh insulin dalam
sirkulasi pada manusia adalah sekitar 5 menit.Insulin berikatan dengan reseptor
insulin lalu mengalami internalisasi. Insulindirusak dalam endosom yang
terbentuk melalui proses endositosis. Enzim utamayang berperan adalah insulin
protease, suatu enzim di membran sel yangmengalami internalisasi bersama
insulin.
Efek
insulin pada berbagai jaringan:
1. Jaringan Adiposa
- Meningkatkan masuknya glukosa
- Meningkatkan sintesis asam lemak
- Meningkatkan sintesis gliserol fospat
- Menungkatkan pengendapan trigliserida
- Mengaktifkan lipoprotein lipase
- Menghambat lipase peka hormone
- Meningkatkan ambilan K+
2. Otot
·
Meningkatkan masuknya glukosa
·
Meningkatkan sintesis glikogen
·
Meningkatkan ambilan asam amino
·
Meningkatkan sintesis protein di ribosom
·
Menurunkan katabolisme protein
·
Menurunkan pelepasanasam-asam amino
glukoneogenik
·
Meningkatkan ambilan keton
·
Meningkatkan ambilan K+
3. Hati
- Menurunkan ketogenesis
- Meningkatkan sintesis protein
- Meningkatkan sintesis lemak
- Menurunkan pengeluaran glukosa akibat penurunanglukoneogenesis dan peningkatan sintesis glukosa
Pada
orang normal, pankreas mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan jumlah insulin
yang dihasilkan dengan intake karbohidrat, tetapi pada penderita diabetes
fungsi pengaturan ini hilang sama sekali.
b.
Glukagon
Molekul
glukagon adalah polipepida rantai lurus yang mengandung 29nresidu asam amino
dan memiliki molekul 3485. Glukagon merupakan hasil darisel-sel alfa, yang
mempunyai prinsip aktivitas fisiologis meningkatkan kadar glukosa darah.
Glukagon melakukan hal ini dengan mempercepat konversi dariglikogen dalam hati
dari nutrisi-nutrisi lain, seperti asam amino, gliserol, danasam laktat,
menjadi glukosa (glukoneogenesis). Kemudian hati mengeluarkan glukosa ke dalam
darah, dan kadar gula darah meningkat.
Sekresi
dari glukagon secara langsung dikontrol oleh kadar gula darahmelalui sistem
feed-back negative. Ketika kadar gula darah menurun sampai di bawah normal,
sensor-sensor kimia dalam sel-sel alfa dari pulau Langerhans merangsang sel-sel
untuk mensekresikan glukagon. Ketika gula darah meningkat,tidak lama lagi
sel-sel akan dirangsang dan produksinya diperlambat.
Jika
untuk beberapa alasan perlengkapan regulasi diri gagal dan sel-selalfa
mensekresikan glukagon secara berkelanjutan, hiperglikemia (kadar guladarah
yang tinggi) bisa terjadi. Olahraga dan konsumsi makanan yangmengandung protein
bisa meningkatkan kadar asam amino darah jugamenyebabkan peningkatan sekresi
glukagon. Sekresi glukagon dihambat olehGHIH (somatostatin).Glukagon kehilangan
aktivitas biologiknya apabila diperfusi melewati hatiatau apabila diinkubasi
dengan ekstrak hati, ginjal atau otot. Glukagon jugadiinaktifkan oleh inkubasi
dengan darah. Indikasinya ialah bahwa glucagon dihancurkan oleh sistem enzim
yang sama dengan sistem yang menghancurkan insulin dan protein-protein lain.

Gambar
regulasi insulin dan glucagon
c. Somatostatin
Somatostatin
dijumpai di sel D pulau langerhans pankreas. Somatostatin menghambat
sekresi insulin, glukagon, dan
polipeptida pankreas dan mungkin bekerja lokal di dalam pulau-pulau pankreas.
Penderita tumor pancreas somatostatin mengalami hiperglikemia dan gejal-gejala
diabete lain yang menghilang setelah tumor diangkat.Para pasien tersebut juga
mengalami dyspepsia akibat lambatnya pengosongan lambung dan penurunan sekresi
asam lanmbung,dan batu empedu ,yang tercetus oleh penurunan kontraksi kandung
empedu.
Sekresi
somatostatin pancreas meningkat oleh beberapa rangsangan yang juga merangsang
insulin yakni glukosa dan asam amino ,terutama arginin dan leusin.sekresi juga
ditingkatkan oleh CCK.Somatostatin dikeluarkan dari pancreas dan saluran cerna
ke dalam darah perifer.
d. Polipeptida Pankreas
Polipeptida
pancreas manusia merupakan suatu polipeptida linear yang dibentuk oleh sel F
pulau langerhans.Hormon ini berkaitan erat dengan polipeptida YY (PYY), yang ditemukan
di usus dan mungkin hormon salurancerna; dan neuropeptida Y, yang ditemukan di
otak dan sistem saraf otonom.
Sekresi
polipeptida ini meningkat oleh makanan yang mengandung protein, puasa,
olahraga, dan hipoglikemia akut. Sekresinya menurun olehsomatostatin dan
glukosa intravena. Pemberian infus leusin, arginin, dan alanintidak
mempengaruhinya, sehingga efek stimulasi makanan berprotein mungkindiperantarai
secara tidak langsung. Pada manusia, polipeptida pankreasmemperlambat
penyerapan makanan, dan hormon ini mungkin memperkecilfluktuasi dalam
penyerapan. Namun, fungsi faal sebenarnya masih belumdiketahui.
D. Penyakit-Penyakit Pada Pankreas
1.
Pankreatitis
Pankreatitis
(inflamasi pankreas) merupakan penyakit yang serius pada pankreas dengan
intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang relatif ringan dan
sembuh sendiri hingga penyakit yang berjalan dengan cepat dan fatal yang tidak
bereaksi terhadap berbagai pengobatan. (Brunner & Suddart, 2001; 1338)
Pankreatitis adalah kondisi
inflamasi yang menimbulkan nyeri dimana enzim pankreas diaktifasi secara
prematur mengakibatkan autodigestif dari pankreas. (Doengoes,
2000;558).Pankreatitis akut adalah inflamasi pankreas yang biasanya terjadi
akibat alkoholisme dan penyakit saluran empedu seperti kolelitiasis dan
kolesistisis. (Sandra M. Nettina, 2001).
2.
TUMOR PANKREAS
Ca.
pankreas adalah tumor maligna (ganas) yang terdapat pada pankreas.
Insidensi.Ditemukan
sekitar 3-5% dari semua karsinoma dan mencapai 17% dari seluruh karsinoma di saluran
pencernaan. Pada beberapa penelitian di RSU Dr. Hasan Sadikin misalnya
didapatkan 0,19 % pasien dengan perbandingan antara pria dan wanita adalah 1,6
: 1, dengan distribusi umur terbanyak 50-59 tahun.
3.
INSULINOMA
Insulinoma
merupakan tumor pankreas yang jarang terjadi, dimana tumor ini menghasilkan
insulin, suatu hormon yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Hanya
10% insulinoma yang bersifat ganas.
4.
KETOSIDOSIS DIABETIK
Ketoasidosis
diabetik merupakan akibat dari defisiensi berat insulin dan disertai gangguan
metabolisme protein, karbohidrat dan lemak. Keadaan ini terkadang disebut
“akselerasi puasa” dan merupakan gangguan metabolisme yang paling serius pada
diabetes ketergantungan insulin.
5.
HIPOGLIKEMIA
Hipoglikemia
adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah (glukosa) secara abnormal rendah.
Dalam keadaan normal, tubuh mempertahankan kadar gula darah antara 70-110
mg/dL. Pada diabetes, kadar gula darah terlalu tinggi; pada hipoglikemia, kadar
gula darah terlalu rendah. Kadar gula darah yang rendah menyebabkan berbagai
sistem organ tubuh mengalami kelainan fungsi. Hypoglikemi adalah konsentrasi
glukose darah di bawah 40mg/100ml. Hypoglikemi merupakan keadaan yang serius
dan keadaan semakin gawat jika anak semakin muda.
Sel otak tidak mampu hidup jika
kekurangan glukose. Hypoglikemi dapat terjadi berkaitan dengan banyak penyakit,
misalnya pada neonatus dengan ibu diabetes dan mengalami Hyperglikemi in utero,
atau sebagai komplikasi cidera dingin. Selama masa menggigil simpanan glikogen
tubuh tidak mencukupi, tetapi jika dihangatkan terjadi peningkatan kebutuhan
glikogen. Simpanan glikogen menurun dan cadangan tidak dapat memenuhi kebutuhan
pada pemanasan (Rosa M Sacharin, 1986).
Otak
merupakan organ yang sangat peka terhdap kadar gula darah yang rendah karena
glukosa merupakan sumber energi otak yang utama.
Otak memberikan respon terhadap
kadar gula darah yang rendah dan melalui sistem saraf, merangsang kelenjar
adrenal untuk melepaskan epinefrin (adrenalin). Hal in akan merangsang hari
untuk melepaskan gula agar kadarnya dalam darah tetap terjaga. Jika kadarnya
menurun, maka akan terjadi gangguan fungsi otak.
B.
KALENJAR
TIMUS ( THYMUS )
- Pengertian Kalenjar Timus
Kalenjar timus merupakan kelenjar yang
bertanggungjawab dalam pertumbuhan manusia. Kelenjar timus bahkan sangat
berpengaruh pada saat usia pertumbuhan. Kelenjar timus berfungsi untuk
pertumbuhan. Bila kekurangan kelenjar timus akan menderita kretinisme (kekerdilan)
dan bila kelebihan menimbulkan gigantisme (raksasa).
Kelenjar timus terletak di dalam
mediastinum di belakang os sternum, dan di dalam torak kira-kira setinggi
bifurkasi trakea. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari 2 lobus Lobus
superior dan Lobus inferior. Kelenjar timus hanya dijumpai pada anak dibawah 18
tahun.
Karakteristik
Kelenjar Timus:
•
Terletak di sepanjang rongga trachea di rongga dada bagian atas.
•
Timus membesar sewaktu pubertas dan mengacil setelah dewasa.
• Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan
hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi
lagi.
• Kelenjar timus berperan dalam sistem
pertahanan tubuh dengan menghasilkan hormone Thymosin, Thymic humoral factor,
Thymic factor dan Thymopoietin.
Fungsi
kelenjar timus adalah:
•
Mengaktifkan pertumbuhan badan
•
Mengurangi aktivitas kelenjar kelamin
•
Menghasilkan timosin yang berfungsi untuk merangsang limfosit.
- Fisiologi Kalenjar Timus
Timus
adalah "sarang" yang berlokasi di mediastinum bagian atas. Timus
berkembang sampai masa pubertas, dan setelah itu ia akan menyusut atau
digantikan oleh jaringan lemak. Kelenjar timus normalnya berfungsi secara
efektif sepanjang umur manusia, namun fungsinya menurun seiring usia. Akibatnya,
insiden penyakit autoimun dan pertumbuhan sel-sel ganas meningkat. Tetapi
sejumlah nukleoprotein (asam timonukleat) mengambil alih beberapa fungsi timus.
Selain itu kelenjar timus berinteraksi dengan gonad dalam mempengaruhi
pertumbuhan tubuh.
Perkembangan
seluruh sistem limfatik diputuskan dan diatur oleh timus. Timus (bersama-sama
dengan sumsum tulang) adalah organ imunitas yang utama. Tahun 1961, Miller dkk
menemukan manfaat utama dari kelenjar timus dalam pematangan imunologi. Mereka
membuktikan bahwa tikus yang baru lahir tidak mengalami perkembangan imunitas
setelah kelenjar timus mereka dieksisi. Ini artinya faktor selular dan hormonal
timus menjadi perantara bagi pematangan sistem imunologi sehingga sel-sel imun
menjadi sel yang siap berperang.
Perkembangan
limfosit T dari sel induk yang ada di sumsum tulang belakang juga melalui
kelenjar timus. Sekitar 3% "pre-thymus lymphocytes" akan bermigrasi
ke timus sebelum melanjutkan perjalanan ke sirkulasi darah. Sisanya yang ada di
kelenjar timus adalah yang terbaik untuk ditatar agar mengenali sel-sel yang
ada di tubuh.
Setelah
proses pematangan selesai, sel-sel imun ditempatkan di sistem limfatik
(kelenjar getah bening, dinding usus, limpa dan sumsum tulang). Limfosit
dilepaskan ke sirkulasi darah dan akan mengenali permukaan sel-sel seseorang
sebagai milik mereka. Faktor-faktor HLA (human lymphocyte antigen markers)
berintegrasi di permukaan sel di tubuh manusia dan masing-masing orang memiliki
karakter berbeda (identitas HLA). Limfosit-limfosit timus (limfosit T)
mengenali sel-sel tubuh mereka karena informasi yang ditempelkan pada mereka
selama perjalanan mereka singgah di timus. Subkelompok dari limfosit T akan
terus menerus terbentuk melalui kontak dengan timosit (hormon timus), misalnya
sel-sel T-helper. Jika perlu (aksi defensif) produk ini akan memproduksi
imunoglobin yang spesifik melawan agen-agen asing.
Limfosit
sel B tidak akan sanggup mengubah diri mereka menjadi immunoglobulin yang
memproduksi sel-sel plasma jika tidak ada sel-sel T-helper atau faktor timus.
Sel-sel T-supresor memiliki efek penghambat pada limfosit-limfosit sehingga
tidak telalu banyak antibodi yang terbentuk. Penyakit autoimun, atau penyakit
imun yang kompleks akan sulit sekali dijelaskan tanpa adanya sel-sel supresor
ini.
Kelenjar
timus dengan hormon-hormonnya yang spesifik, ibarat pusat pengaturan reaksi
pertahanan tubuh. Tanpa timus (misalnya yang dibuang atau rusak karena
radiasi), limfosit T tidak bisa bekerja. Kerja timus menurun setelah masa
pubertas berakhir. Setelah 5 dekade, artinya saat manusia memasuki usia 50,
timus menyusut menjadi residu yang amat kecil. Penurunan aktivitas timus
menjadi salah satu latar belakang berkembanganya penyakit-penyakit degeneratif,
penyakit ganas, dan penyakit autoimun.
c.
Anatomi Kalenjar Timus

Kelenjar
timus merupakan kelenjar yang bertanggungjawab dalam pertumbuhan manusia. Pada
bayi baru lahir, bentuknya sangat kecil. Dan beratnya kira-kira 10 gram.
Ukurannnya bertambah setelah masa remaja antara 30-40 gram dan setelah dewasa
akan mengerut. Perkembangan tymus bervariasi sesuai dengan umur seseorang,
perkembangannya mencapai maksimum pada masa pubertas kemudian berangsur
menyusut.
Tymus
memiliki 2 lobus yang saling berhubungan secara erat dan bersatu dalam jaringan
ikat. Sebuah lobus terdiri dari ribuan lobulus yang masing-masing ada korteks
dan medula. Kelenjar timus merupakan sumber suatu faktor yang dibawa darah
untuk menginduksi diferensiasi sel induk limfosit yang mampu berpartisipasi
dalam reaksi kekebalan.
Diantara
bukti tentang adanya aktivasi endokrin pada timus adalah kenyataan bahwa timus
peka terhadap hormon tiroid. Ukuran timus akan mengecilnya sementara kedewasaan
kelamin bertambah. Hal ini disebabkan hambatan yang diberikan oleh steroid
gonad. Steroid adrenal juga menghambat timus, pengaruh ini dipakai sebagai
parameter untuk kortikosteroid.
ANATOMI KELENJAR TIMUS

- Terletak di sepanjang rongga trachea di rongga dada bagian atas.
- Di dalam mediastinum di belakang os sternum, dan di dalam torak kira-kira setinggi bifurkasi trakea. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari 2 lobus.
- Timus membesar sewaktu pubertas dan mengacil setelah dewasa.
- Kelenjar timus hanya dijumpai pada anak dibawah 18 tahun.
- Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi.
- Kelenjar timus berperan dalam sistem pertahanan tubuh dengan menghasilkan hormone Thymosin, Thymic humoral factor, Thymic factor dan Thymopoietin.
Dalam timus tidak terdapat pembuluh aferen
dan sinus limfe. Pembuluh eferen terutama berjalan ke jaringan ikat
interlobular.
Jumlah cabang nervus vagus dan nervus
simpatis servikalis mencapai timus sedikit. Saraf terutama tersebar pada
dinding pembuluh darah.
Arteri yang memperdarahi berasal dari
arteri torasika interna dan arteri tiroidea inferior. Cabang-cabangnya berjalan
sepanjang trabekula yang diselubungi oleh sel retikulat epitel yang memasuki
lobus perbatasan korteks dan medula. Arteriole bercabang banyak dan
kapiler-kapilernya memasok darah ke korteks dan sedikit yang memasok ke medula.
Darah yang melalui venula pasca kapiler berploriferasi di korteks memasuki
sistem pembuluh darah. Darah venula kembali ke tuberkula interlobularis dan
selanjutnya ke vena brakiosepalika dan vena tiroidea.
d.
Kelainan
Pada Kalenjar Timus
Dimulai berfungsi selama hidup janin ,
manufaktur jutaan sel imun yang disebut sel T Dalam proses yang kompleks ,
timus mendidik sel-sel ini untuk mengidentifikasi dan menyerang penyerbu asing
dan untuk mengenali dan mengabaikan protein tubuh Anda sendiri dan sel . Sel
dari timus beredar dalam darah Anda dan berada di berbagai organ , di mana
mereka membantu melindungi Anda dari penyakit . Gangguan kelenjar timus relatif
jarang , tetapi mereka bisa berpotensi serius .
- Gangguan kongenital
Beberapa cacat genetik menyebabkan
masalah timus sejak lahir. Sebuah kondisi langka yang disebut immunodeficiency
gabungan yang parah , atau SCID , terjadi ketika seseorang membawa mutasi pada
gen yang mengatur perkembangan sel-sel T mempengaruhi sekitar 1 dalam setiap
40.000 sampai 100.000 bayi yang lahir di Amerika Serikat , SCID mengganggu
perkembangan normal dari sel T di timus dan sel kekebalan lainnya . Ini sangat
tidak di kompromi pada sistem kekebalan tubuh anak , membuatnya tidak dapat
melawan infeksi . Dalam gangguan langka lain yang disebut sindrom Di George
yaitu keadaan dimana sepotong kromosom hilang bersama dengan gen yang
dikandungnya . Hal ini menyebabkan perkembangan timus dan organ lain dalam sistem kekebalan tubuh
menurun, menyebabkan respon imun yang lemah dan sering sakit . Tingkat
keparahan gangguan bervariasi dan dapat menyebabkan gejala ringan sampai berat
.
- Masalah autoimmune
Pada gangguan ini disebut penyakit autoimun yaitu penyakit
dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri atau zat yang
dibuat oleh sel-sel dalam tubuh, salah mempersepsikan mereka sebagai benda
asing dan berbahaya . Salah satu gangguan ini , myasthenia gravis , terkait
dengan kelenjar thymus yang tidak mengecilkan tetapi tetap besar setelah lahir
dan berfungsi normal . Meskipun gangguan ini tidak sepenuhnya dipahami , timus
tampak abnormal terlalu aktif , menghasilkan sel-sel yang menyerang suatu
neurotransmitter yang disebut asetilkolin , yang mempromosikan kontraksi otot
yang normal dalam menanggapi impuls saraf . Penyakit ini biasanya menyebabkan
kelemahan otot ,dan pertama kali sering terlihat pada otot mata . Gejala lain
termasuk kesulitan menelan , bicara cadel dan masalah lain yang berkaitan
dengan fungsi otot yang menurun .
- Kanker thymus
Meskipun jarang, 2 jenis kanker ini
akbat kelaianan pada kalenjar timu. Kelainan tersebut disebut thymomas dan
karsinoma thymus . Keduanya berkembang pada populasi sel pada permukaan timus ,
tetapi mereka berbeda dalam hal-hal lainnya . Thymoma adalah tumor dari
kelenjar timus. Tumor dapat tumbuh membesar dan menekan pembuluh darah,
jantung, paru-paru dan perlu untuk
diangkat. Thymoma bisa juga menyebar ke organ yang lain dan sel-sel pada
thymomas tumbuh relatif lambat . Sedangkan, Sel karsinoma thymus membelah
dengan cepat dan dengan cepat dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh .
Orang-orang dengan myasthenia gravis dan gangguan autoimun lainnya berada pada
peningkatan risiko untuk thymomas . Gejala kanker timus mungkin termasuk batuk
yang tidak membaik , kesulitan bernapas dan nyeri dada . Dalam beberapa kasus ,
sedikit jika ada gejala yang hadir pada tahap awal penyakit .
- Perawatan
Setiap jenis gangguan thymus dapat
diobati dan , dalam banyak kasus , secara efektif dikendalikan atau disembuhkan
. Immunodeficiency bawaan seperti yang disebabkan oleh SCID telah berhasil
diobati melalui transplantasi sumsum tulang atau terapi gen . Kasus parah
sindrom DiGeorge mungkin diobati dengan transplantasi timus , dengan bentuk
lebih ringan menanggapi infus sel kekebalan ekstra . Pengobatan untuk
myasthenia gravis tergantung pada tingkat keparahan penyakit . Kondisi ini
sering dikontrol melalui penggunaan obat yang meningkatkan fungsi otot atau
menekan produksi antibodi abnormal yang dibuat oleh sel-sel kekebalan . Pengobatan
untuk kanker thymus bervariasi , tergantung pada apakah dan seberapa jauh
kanker telah menyebar . Pilihan termasuk operasi , obat kemoterapi dan terapi
radiasi .
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
- Pankreas merupakan salah satu organ pada sistem pencernaan yangmemiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin dan glukagon. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).
Beberapa
fungsi dari pankreas adalah :
v Mengatur
kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glukagon, yang menambah kadar gula
dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasandari hati.
v Pengurangan
kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran
glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot.Insulin juga merangsang hati
untuk merubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya (Anonymous, 2009).
2. Kalenjar
timus merupakan kelenjar yang bertanggungjawab dalam pertumbuhan manusia.
Kelenjar timus bahkan sangat berpengaruh pada saat usia pertumbuhan. Kelenjar
timus berfungsi untuk pertumbuhan. Kelenjar timus terletak di dalam mediastinum
di belakang os sternum, dan di dalam torak kira-kira setinggi bifurkasi trakea.
Warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari 2 lobus Lobus superior dan Lobus
inferior. Kelenjar timus hanya dijumpai pada anak dibawah 18 tahun.
B. SARAN
Dalam
setiap mengerjakan suatu tugas makalah diperlukan banyak referensi agar materi
yang disajikan lengkap.pada saat akan mempresentasikan materi perlu
banyak belajar agar dapat menguasai materi yang dibawakan.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonymous.
2009.http://books.google.co.id/books/Anonymous. 2009. http://dok-tercantik.blogspot.com/2009/01/pankreas-html
Anonymous.
2009.http://id.wikipedia.org/wiki/Pankreas Anonymous.2009.http://myblogmyown.wordpress.com/2009/04/14/pankreas/Anonymous.2009.http://one.indoskripsi.com/content/anatomi-dan-fisiologi-
pankreas
Anonymous.
2009.http://sugartomat.blogspot.com/2009/03/hormon-pankreas.html
Anonymous.2009.http://www.akademik.unsri.ac.id/download/journal/files/baijour
nal/I_Ketut
Langganan:
Komentar (Atom)