KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Allah karena atas karunia-Nya makalah ekonomi ini telah disusun
secara serentak. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu baik secara lisan maupun secara tulisan.
Makalah
ekonomi ini ditulis berdasarkan apa yang sudah diterangkan dan didiskusikan
dengan menggunakan pendekatan komunikatif dan ketrampilan proses. Dengan
demikian tujuan merangkum makalah ini merupakan ketrampilan siswa SMA NEGERI 12
MAKASSAR XI IPA 6
Kiranya
tidak berlebihan jika makalah ini jadi pegangan setiap kelompok dengan materi
yang lengkap, penyajian yang runtut dan bahasa yang sederhana, diharapkan dapat
membantu dan menguasai materi yang ada di dalam makalah ini sehingga siswa
dengan mudah belajar dan proses belajar mengajar berjalan dengan baik.
Kami telah
berusaha sesempurna mungkin menulis buku ini tetapi “Tiada gading yang tak
retak”, untuk itu saran, kritik, maupun komentar yang ditujukan demi perbaikan
makalah ini sangat kami harapkan. Semoga makalah ini berguna bagi kita semua.
MAKASSAR, O8
APRIL 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.............................................................................................
DAFTAR ISI...........................................................................................................
PENDAHULUAN...................................................................................................
1.
Latar Belakang Masalah................................................................................... 3
2.
Rumusan
Masalah.............................................................................................
3
3.
Tujuan...............................................................................................................
3
4.
Metode..............................................................................................................
4
PEMBAHASAN.....................................................................................................
1. Bentuk
Kerjasama Internasional........................................................................
5
2. Badan
Kerjasama Ekonomi Internasional..........................................................
6
3. Pengertian
Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas............................... 12
4. Dampak
Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas.................................. 13
5. Integrasi
Ekonomi............................................................................................
14
6. Pembanguan
Nasional......................................................................................
16
PENUTUP
1. KESIMPULAN............................................................................................ 19
DAFTAR
PUSTAKA..........................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
Semua negara
di dunia ini tidak dapat berdiri sendiri. Perlu kerjasama dengan negara lain
karena adanya saling ketergantungan sesuai dengan kebutuhan negara
masing-masing. Kerjasama dalam bidang ekonomi dapat dijalin oleh suatu negara
dengan satu atau lebih negara lainnya. Kerjasama ini bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan bersama.
Hubungan
kerjasama antar negara dapat mempercepat proses perkembangan ekonomi. Hal ini
sangat dirasakan sekali pentingnya bagi negara-negara yang sedang berkembang
seperti Indonesia. Kerjasama negara-negara maju dapat membahas masalah-masalah
bidang tertentu.
- RUMUSAN MASALAH
Untuk mengkaji makalah ini, penyusun
merumuskan masalah sebagai berikut :
* Mendeskripsikan tentang kerja sama
internasional
* Mendeskripsikan Badan Kerjasama
Ekonomi Internasional
* Pengertian Globalisasi Ekonomi dan
Perdagangan Bebas
* Pentingnya Hubungan Internasional
* Dampak Globalisasi Ekonomi dan
Perdagangan Bebas
* Mendeskripsikan Pembanguan
Nasional
- TUJUAN
•
Menambah wawasan siswa maupun masyarakat
•
Mengetahui arti dari kerjasama Internasional dan pembangunan nasion
- METODE YANG DIGUNAKAN
Untuk melengkapi data yang
diperlukan dalam penyusunan makalah ini, digunakan metode: Metode
keperpustakaan, yaitu pengambilan data melalui buku-buku, internet dan
lain-lain dan Metode kuantitatif yaitu menarik kesimpulan dari informasi data
yang kami peroleh.
BAB II
PEMBAHASAN
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL DAN
PEMBANGUNAN NASIONAL INDONESIA
1. Bentuk
Kerjasama Internasional
- Bilateral
Kerjasama
bilateral adalah bentuk kerjasama ekonomi yang dilakukan oleh dua negara.
Misalnya kerjasama ekonomi Indonesia dengan Malaysia. Kerjasama bilateral yang
diputuskan secara sepihak, pemutusannya disebut secara unilateral.
- Multilateral
Kerjasama
multilateral adalah bentuk kerjasama ekonomi antara beberapa negara, dimana
yang tergabung dalam kerjasama itu saling membantu di bidang ekonomi, misalnya
ASEAN.
- Regional
Kerjasama
regional adalah bentuk kerjasama ekonomi dari negara-negara kawasan/daerah
tertentu, yang bertujuan menjamin kepentingan ekonomi negara-negara satu
kawasan.
- Antar Regional
Kerjasama
antar regional adalah bentuk kerjasama ekonomi antar regional yang satu dengan
regional lainnya. Bertujuan menjamin kepentingan ekonomi antara dua kawasan,
misalnya ASEAN dengan MEE.
- Internasional
Kerjasama
internasional adalah bentuk kerjasama ekonomi yang mencakup banyak negara dan
bernaung di bawah satu bendera PBB. Kerjasama ini bertujuan saling membantu di
bidang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Misalnya IMF, WTO, dan
lain-lain.
2. Badan
Kerjasama Ekonomi Internasional
- ASEAN (Association of South East Asian Nations)
1) Sejarah
ASEAN
ASEAN adalah
organisasi regional dari negara-negara Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan
pada tanggal 8 Agustus 1967 pada saat ditanda-tanganinya “Deklarasi Bangkok”
oleh empat menteri luar negeri dan seorang wakil perdana menteri yaitu :
1. Adam
Malik : Menteri Luar Negeri Indonesia
2. S.
Rajaratnam : Menteri Luar Negeri Singapura
3. Tun Abdul
Razak : Wakil Perdana Menteri Malaysia
4. Narsisco
Ramos : Menteri Luar Negeri Filipina
5. Thanat
Khoman : Menteri Luar Negeri Thailand
Dengan
persetujuan kelima negara anggota ASEAN maka Brunei Darussalam diterima menjadi
anggota ASEAN yakni pada tanggal 7 Januari 1984. Setelah itu, Vietnam secara
resmi diterima sebagai anggota ke-7 pada tanggal 28 Juli 1995 dan menyusul Laos
serta Myanmar yang masuk menjadi anggota tahun 1997. Hal yang mendorong
didirikannya ASEAN adalah untuk menghadapi perluasan pengaruh negara-negara
besar terutama negara adi kuasa. Untuk itu perlu diciptakan stabilitas dan
ketahanan nasional tiap-tiap negara di kawasan Asia Tenggara melalui kerjasama
di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
2) Tujuan
ASEAN
1. Untuk
mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, perkembangan kebudayaan
melalui usaha bersama masyarakat Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
2. Mendorong
perkembangan perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara.
3.
Meningkatkan kerjasama yang aktif dan saling membantu di bidang sosial,
ekonomi, kebudayaan, teknologi, dan administrasi.
4.
Menciptakan usaha-usaha yang efektif guna meningkatkan pemanfaatan dalam bidang
pertanian, industri, perdagangan, termasuk perdagangan internasional, perbaikan
sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi.
5.
Mempertinggi taraf hidup masyarakat di wilayah Asia Tenggara.
- OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries)
Organisasi
negara pengekspor minyak didirikan 14 September 1960 di Baghdad atas prakarsa
negara : Irak, Iran, Kuwait, Saudi Arabia, dan Venezuela. Markas besar OPEC di
Wina, Austria. Indonesia menjadi anggota OPEC tahun 1962.
1) Tujuan
OPEC
Sebagai wadah kerjasama
negara-negara penghasil dan pengekspor minyak, organisasi ini bertujuan :
1. Menjaga
kestabilan harga minyak di pasar internasional.
2. Menaikkan
pendapatan negara anggota dari sektor minyak bumi.
3.
Menghindarkan persaingan sesama negara anggota OPEC.
4.
Mengusahakan untuk memenuhi kebutuhan minyak dunia.
2) Anggota
OPEC
Negara-negara anggota OPEC :
1. Arab
Saudi 8. Nigeria
2. Aljazair
9. Gabon
3. Irak 10.
Persatuan Emirat Arab
4. Iran 11.
Venezuela
5. Indonesia
12. Qatar
6. Kuwait
13. Brunei
7. Libya
Bahan bakar
minyak semakin lama akan semakin berkurang. Oleh karena itu, setiap negara akan
berusaha untuk menghemat pemakaian bahan bakar dan juga berusaha untuk mencari
bahan penggantinya.
- WTO (World Trade Organization)
WTO adalah
organisasi perdagangan dunia yang ditransformasikan dari GATT (General
Agreement of Tariff and Trade). GATT dibentuk di Jenewa, Swiss pada tahun
1947 dalam konferensi yang diselenggarakan PBB dan diikuti oleh 23 negara.
Indonesia masuk menjadi anggota GATT pada tahun 1950. GATT bertujuan untuk
mengadakan pengurangan tarif untuk barang-barang tertentu yang dapat merintangi
perdagangan internasional. Dalam pelaksanaannya badan ini berasaskan :
1. The
most favour nation; maksudnya ialah bahwa setiap fasilitas yang diberikan
suatu negara kepada negara lain, harus diberikan juga kepada semua negara anggota
GATT.
2. Reciprocity;
memberikan kemudahan-kemudahan kepada negara lain sehingga terjadi kerjasama
yang saling menguntungkan.
3. Nondiscrimination;
setiap barang impor yang masuk ke suatu negara harus diperlakukan sama dengan
barang domestik.
- IMF (International Monetary Fund)
IMF atau
Dana Moneter Internasional didirikan pada tanggal 27 September 1945 sebagai
hasil konferensi di Breton Words, Amerika Serikat. Markas besar IMF di
Washington DC, AS. Tujuan IMF tercantum dalam Articles of Agreement, yaitu
:
1. Membantu
negara-negara anggota memperbaiki neraca pembayaran yang tidak seimbang dengan
jalan penyediaan dana.
2. Membantu
memperluas perdagangan internasional dan perekonomian negara-negara anggota.
3. Menjadi
pusat pertemuan dan perundingan untuk mencapai kerjasama internasional dalam
hal keuangan.
4.
Mengusahakan kestabilan kurs.
5.
Memberikan bantuan kredit kepada negara-negara anggota yang mengalami kesulitan
pembayaran luar negeri.
- Bank Dunia (World Bank)
Bank Dunia
adalah salah satu badan keuangan internasional yang memberikan bantuan kepada
negara-negara untuk perbaikan dan pengembangan usaha-usaha seperti : industri,
pertanian, perhubungan atau jalan raya. Bank Dunia merupakan saluran dana bagi
negara kreditor (negara kaya) untuk membantu meningkatkan kemakmuran/kemajuan
sosial ekonomi bagi negara berkembang. Prioritasnya adalah mendorong
peningkatan produktivitas negara-negara debitor (penerima pinjaman). Bank Dunia
mengeluarkan obligasi yang ditawarkan kepada bank-bank sentral dengan tujuan
memperbesar modal bank dan menjual obligasi kepada negara-negara anggota.
Indonesia merupakan salah satu penerima bantuan dari Bank Dunia yang
dipergunakan untuk pengembangan berbagai proyek.
- UNDP (United Nation Development Program)
UNDP adalah
suatu badan PBB yang memberikan sumbangan untuk membiayai survei jalan di
Indonesia. Dana UNDP diperoleh dari sumbangan negara-negara : USA, Denmark,
Kanada, Belanda, Inggris, dan Perancis. Pada tahun 1970 – 1983 UNDP memberikan
bantuan kepada Indonesia sebesar US$ 74.2 juta sebagai program kerjasama teknik
UNDP.
- MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa)
MEE adalah
suatu wadah kerjasama regional untuk kawasan Eropa Barat. Kerjasama ini
didirikan pada tanggal 1 Januari 1958 di Roma (Italia) oleh beberapa negara
yaitu : Italia, Perancis, Inggris, Belgia, Irlandia, Luxemburg, dan Denmark.
Tujuan utama dari MEE adalah untuk menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan
secara bertahap, baik sesama anggota MEE maupun negara Eropa Barat yang tidak
termasuk daerah perdagangan bebas Eropa. Sementara itu, MEE telah mencapai
persetujuan perdagangan dengan sebagian besar negara di Lautan Tengah yang
bukan anggota MEE. Dalam rangka kerjasama masyarakat Eropa, telah dikembangkan
konsep “Pasar Tunggal Eropa”.
- AFTA
AFTA adalah
kerjasama ekonomi intra ASEAN, yang pertama kali dicetuskan dalam KTT ASEAN
ke-4 di Singapura tanggal 27-28 Januari 1992, tetapi secara resmi dimulai 1
Januari 1993. AFTA beranggotakan 7 negara anggota ASEAN. Kepala-kepala
negara/pemerintahan negara ASEAN menyepakati suatu kerangka persetujuan
mengenai peningkatan kerjasama ekonomi ASEAN yang berfungsi sebagai pelindung
bagi segala kerjasama ekonomi ASEAN di masa datang. Dengan AFTA diharapkan
negara anggota lebih meningkatkan perdagangan dan spesialisasi dalam intra ASEAN.
Di samping itu, juga meningkatkan investasi dalam kegiatan produksi barang dan
jasa antar anggota ASEAN.
- NAFTA (North American Free Trade Area)
NAFTA adalah
badan kerjasama ekonomi negara-negara Amerika Utara, yang didirikan pada
tanggal 12 Agustus 1992. Anggota-anggotanya adalah Amerika Serikat, Kanada, dan
Meksiko.
NAFTA
bertujuan membentuk kawasan perdagangan bebas di daerah Amerika Utara. Kendala
utama untuk mewujudkan perdagangan bebas di Amerika Utara adalah karena tingkat
pertumbuhan ekonomi antara Amerika Serikat dan Meksiko sulit untuk mewujudkan
perdagangan bebas dengan persaingan yang sehat. Peluang bagi Meksiko hanyalah
ekspansi tenaga kerja ke Amerika Serikat.
- APEC (Asia Pacific Economic Corporation)
APEC adalah
sarana kerjasama ekonomi negara-negara Asia Pasifik yang dibentuk pada bulan
November 1989 di Canberra, Australia atas usul Perdana Menteri Australia Bob
Hawke. Prinsip dasar pembentukan APEC adalah sebagai forum konsultasi dalam
memecahkan masalah ekonomi, perdagangan, dan investasi anggotanya.
Keanggotaan
APEC terdiri dari 18 negara yaitu : Amerika Serikat, Australia, Kanada,
Meksiko, Cina, Jepang, Brunei Darussalam, Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia,
Papua Nugini, Thailand, Singapura, Indonesia, Selandia Baru, Filipina, Chili, dan
Taiwan.
Tujuan APEC
adalah untuk meningkatkan kerjasama ekonomi di kawasan Asia Pasifik, terutama
di bidang perdagangan dan investasi.
Badan-badan yang mengatur APEC
adalah :
1. KTM :
Konferensi Tingkat Menteri
2. SOM :
Senator Official Meeting
3. CTI :
Komite Perdagangan dan Investasi
4. BAC :
Komite Anggaran dan Administrasi
5. ETI :
Kelompok Ad Hoc mengenai Kelompok Kerja
Tanggal 15
November 1994 diselenggarakan pertemuan KTT II APEC di Bogor, Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 18 kepala negara/pemerintahan anggota APEC.
Pada pertemuan tersebut dihasilkan Deklarasi Bogor (Bogor Declaration).
Negara-negara anggota APEC telah mencanangkan liberalisasi perekonomian
(perdagangan tanpa hambatan) yang akan dilaksanakan paling lambat tahun 2020
untuk negara-negara berkembang dan tahun 2010 untuk negara-negara maju.
APEC
diperkirakan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini mengingat
besarnya peranan kawasan Asia Pasifik sebagai negara tujuan ekspor produk
Indonesia, sumber prestasi, dan sumber wisatawan.
3.
Pengertian Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas
Globalisasi
adalah paham kebijaksanaan nasional yang memperlakukan seluruh dunia sebagai
lingkungan yang pantas untuk pengaruh politik. Hal ini senada dengan yang
dihadapi masyarakat dunia untuk mencapai tujuan yang menggembirakan sekaligus
mengkhawatirkan. Globalisasi ekonomi adalah suatu paham nasionalisme yang
menganggap seluruh dunia sebagai suatu lingkungan ekonomi. Paham ini timbul
karena revolusi informasi yang menyebabkan dunia menyatu. Globalisasi ekonomi
memandang dunia sebagai satu kesatuan ketika sisi perdagangan dan investasi
bergerak bebas menuju liberalisasi perdagangan dan investasi dunia secara
menyeluruh.
Perdagangan
bebas (free trade) adalah sistem perdagangan dan investasi bebas di
seluruh dunia. Bisnis finansial dunia berlangsung 24 jam penuh dengan sistem online
yang memungkinkan melakukan transaksi secara cepat dan efisien.
Pada sistem
perdagangan bebas semua hambatan perdagangan internasional dan investasi
dihapuskan. Landasan kerjanya adalah yang kuat membantu yang lemah.
Pada
perdagangan bebas perlu dikembangkan sikap kemitraan yang setara dan saling
menghormati antar negara, apakah itu negara maju maupun negara berkembang, agar
kerjasama ekonomi saling menguntungkan.
Bagi negara
maju (kaya) membantu negara yang masih lemah ekonominya, tetapi bukan berarti
negara yang lemah terus-menerus menggantungkan diri kepada yang kaya. Negara
lemah harus berusaha meningkatkan kemampuan agar kesejahteraan rakyatnya
tercapai/terpenuhi.
4. Dampak
Globalisasi Ekonomi dan Perdagangan Bebas
Dengan
adanya proses globalisasi dan perdagangan bebas akan berpengaruh terhadap
perekonomian setiap negara termasuk Indonesia. Indonesia pada prinsipnya harus
siap menghadapi berlakunya perdagangan bebas.
- Dampak Positif
1. Mendorong
pengusaha untuk lebih maju karena kan bersaing di tingkat regional maupun
internasional.
2.
Memperluas penciptaan kesempatan kerja yang dapat meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan masyarakat.
3.
Meningkatkan kegiatan ekonomi melalui investasi langsung, usaha patungan, dan
kredit.
4.
Meningkatkan devisa negara melalui peningkatan perdagangan internasional.
5. Dapat
membuka peluang baru berupa tersebarnya pasar yang berskala lebih luas.
- Dampak Negatif
1. Persaingan
yang tidak seimbang antara negara maju dan negara berkembang, dapat menghambat
perkembangan ekonomi nasional.
2. Akibat
persaingan yang tidak seimbang, negara berkembang semakin ketinggalan dan
tergantung kepada negara-negara maju.
3. Masuknya
teknologi canggih yang sebetulnya belum dibutuhkan negara berkembang.
Untuk
menghindari dampak negatif bagi negara berkembang, prinsip kemitraan dan saling
menghormati harus benar-benar ditegakkan.
5. Integrasi
Ekonomi
Integrasi
ekonomi terjadi apabila beberapa negara yang berada dalam satu wilayah
memutuskan untuk menciptakan perdagangan bebas di antara sesama negara anggota
dan menetapkan tarif yang sama terhadap impor barang-barang produksi
negara-negara lain yang bukan merupakan anggota. Beberapa jenis integrasi
ekonomi yang terdapat saat ini diantaranya adalah daerah perdagangan bebas (free
trade area), perserikatan pabean (customs union), pasar bersama (common
market), dan kesatuan ekonomi (economic union). Berbagai jenis
integrasi ekonomi tersebut akan dibahas dibawah ini :
- Daerah Perdagangan Bebas
Daerah atau
kawasan perdagangan bebas terjadi jika sekelompok negara sepakat untuk
menghapuskan berbagai hambatan perdagangan, seperti tarif dan kuota, antar
sesama negara anggota. Meskipun demikian, masing-masing negara tetap memiliki
dan memberlakukan berbagai hambatan terhadap negara-negara bukan anggota
kawasan tersebut.
Contoh
daerah perdagangan bebas adalah The European Free Trade Area (EFTA) yang
dibentuk tahun 1960 dan menghasilkan konvensi Stockholm. Konvensi tersebut
menciptakan Daerah Perdagangan Bebas Eropa antar tujuh negara, yaitu Austria,
Denmark, Norwegia, Portugal, Swedia, Swiss, dan Inggris. Hambatan antar
negara-negara ini dapat dihilangkan secara bertahap dalam tahun 1960 sampai dengan
tahun 1966. Setelah itu, Finlandia bergabung pada tahun 1961 dan Islandia tahun
1977.
Di wilayah
Asia Tenggara, negara-negara ASEAN mencetuskan kawasan perdagangan bebas yang
dikenal dengan nama ASEAN Free Trade Area (AFTA). AFTA dibentuk pada
awal tahun 1993 oleh tujuh negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Singapura,
Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei dan Vietnam. Anggotanya kemudian bertambah
dengan masuknya Laos, Kamboja, dan Myanmar. Keringanan yang diterapkan antar
sesama anggota, misalnya, adalah penurunan tarif bea masuk dari negara-negara
sesama anggota AFTA. Misalnya, Indonesia akan memberikan tarif bea masuk yang
lebih rendah terhadap impor radio buatan Malaysia dibandingkan dengan impor
radio dari Cina (bukan anggota AFTA).
- Perserikatan pabean (custom unions)
Pada
perserikatan pabean, antar sesama negara anggota memberlakukan ketentuan
perdagangan bebas dan tarif bea masuk serta kuota yang seragam terhadap impor
dari negara-negara bukan anggota. Misalnya negara X, Y, dan Z membentuk
perserikatan pabean. Perdagangan di antara ketiga negara tersebut akan
berlangsung secara bebas atau tidak ada hambatan baik berupa tarif maupun
kuota. Namun jika negara X, Y, dan Z mengimpor produk tertentu dari negara di
luar anggota, maka ketiganya akan memberlakukan tarif yang seragam terhadap
produk tersebut.
- Pasar bersama (common market)
Dalam
integrasi ekonomi berbentuk pasar bersama, sesama negara anggota mempunyai
kebebasan secara penuh untuk memindahkan faktor-faktor produksi, khususnya
modal dan tenaga kerja, serta membentuk kawasan perdagangan bebas dan
menyeragamkan peraturan tarif bea masuk.
Contoh
bentuk kerjasama ini adalah Masyarakat Eropa (ME) atau European Community
(EC). ME didirikan pada tahun 1958 oleh Jerman Barat (sekarang Jerman),
Perancis, Belgia, Italia, Luxemburg, dan Belanda. Saat ini anggotanya bertambah
lagi dengan masuknya negara Inggris, Yunani, Spanyol, Portugal, Irlandia, dan
Denmark. Nama European Community ini juga kemudian berubah menjadi European
Union (EU).
- Kesatuan ekonomi (economic union)
Negara-negara
yang membentuk kerjasama kesatuan ekonomi (economic union) memiliki
kebijakan ekonomi tunggal atau serupa, termasuk kebijakan moneter, pajak, maupun
perdagangan. Sampai saat ini hanya European Union yang mengarah pada
bentuk kerjasama ini. Hal ini, misalnya, ditandai dengan diberlakukannya mata
uang tunggal untuk kawasan tersebut yang dinamakan European Currency Unit
(ECU) atau Euro.
6.
Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional
merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara
terus menerus dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
memperhatikan tantangan perkembangan global. Pelaksanaannya mengacu pada
kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan
bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, serta kukuh
kekuatan moral dan etikanya. Tujuan pembangunan nasional itu sendiri adalah
sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahreraan seluruh bangsa Indonesia dan
setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan
pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. Politik
pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan keterpaduan
tata nilai, struktur, dan proses. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha
untuk mencapai efisiensi, daya guna, dan hasil guna sebesar mungkin dalam
penggunaan sumber dana dan daya nasional guna mewujudkan tujuan nasional. Sejak
kemerdekaan Indonesia , bangsa Indonesia telah menetapkan tujuan nasional dari
perjuangan untuk mengisi kemerdekaannya, yaitu sebagaimana tertuang dalam jiwa
dan semangat darim pembukaan Undang-undang Dasar 1945 ialah: Masyarakat adil
dan makmur berdasarkan apncasila dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia
dan dalam lingkungan suasana persahabatan dan perdamaian dunia.
Sejarah menunjukkan
bahwa usaha dan kegiatan untuk merealisasikan tujuan nasional yang merupakan
perngejawantahan dari seluruh rakyat dan bangsa Indonesia tersebut kurang
mencapai hasil karena adanya usaha-usaha yang hendak menyelewengkan perjuangan
rakyat dan bangsa Indonesia. Penyelewengan-penyelewengan dalam sejarah
ketatanegaraan Indonesia mencapai puncaknya dengan pecahnya pemberontakan G 30
S/PKI. Penyelewengan ini tidak saja meliputi bidang administrasi, ekonomi,
politik, sosial-budaya, hankam, kan tetapi telah lebih jauh daripada itu ialah
meyelewengkan falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Keadaan yang demikian
itu menimbulkan reaksi yang spontan dari kekuatan pendukung Pancasila nyang
menghendaki dihentikannya penyelewengan-penyelewengan tersebut serta
diluruskannya kembali arah perjuangan rakyat dan bangsa Indonesia menuju kepada
tujuan nasional yang telah ditetapkan.
Program-Program Pembangunan
Nasional
- Politik dalam negeri
Pembangunan politik
dalam negeri diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang bersama dengan
bidang-bidang kehidupan lain di dalam masyarakat agar dapat memberikan
kontribusi ataupun pengaruh yang optimal demi terwujudnya suatu sistem politik
nasional yang berkedaulatan pada rakyat yang demokratis dan terbuka.
Pembangunan politik di dalam negeri dilaksanakan berdasarkan beberapa program
sebagai berikut:
v
Program
perbaikan struktur politik, memiliki tujuan untuk menyempurnakan konstitusi
yang sesuai dengan dinamika kehidupan politik nasional dan aspirasi masyarakat
serta perkembangan lingkungan strategis internasional, mengembangkan institusi
politik demokrasi, dan menciptakan netralitas pegawai negeri sipil, polisi dan
militer, serta menguatkan mekanisme pelaksanaannya. Sasaran dalam program ini
berupa terwujudnya suatu struktur politik yang demokratis, yang memiliki pokok
pemisahan kekuasaan yang tegas dan keseimbangan kekuasaan dalam mewujudkan
peningkatan lembaga-lembaga negara di dalam menjalankan peran, fungsi dan
tugasnya.
v
Program
peningkatan kualitas proses politik, memiliki fungsi dari program peningkatan
kualitas proses politik yaitu untuk meningkatkan kualitas dalam penyelenggaraan
pemilihan umum, meningkatkan kualitas partai-partai politik, dan organisasi
kemasyarakatan serta partisipasi politik oleh seluruh rakyat. Sasaran dari
program tersebut yaitu terwujudnya pemilu yang demokratis dan transparan.
v
Program
pembangunan budaya politik, tujuan suatu program ini yaitu untuk meningkatkan
kesadaran serta pemahaman dari masyarakat terhadap hak dan kewajiban
politiknya, meningkatkan kualitas komunikasi serta kapasitas kontrol politik
oleh masyarakat, serta membangun suatu karakter bangsa yang kuat sebagai
identitas diri suatu bangsa sehingga terciptanya suatu masyarakat Indonesia
yang maju, bersatu, rukun, damai, demokratis, dinamis, toleran, sejahtera, adil
dan makmur. Adapun sasaran dari program ini yaitu untuk memenuhi hak dan kewajiban
politik seluruh masyarakat secara maksimal sesuai pada kedudukan, fungsi, dan
perannya dalam sistem politik nasional.
- Hubungan Luar Negeri
Hubungan
antara politik luar negeri dan Indonesia dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi
baik di dalam maupun di luar negeri. Kinerja hubungan dan politik luar negeri
akan bergantung pada kenyataan politik di dalam negeri yang secara langsung
maupun tidak langsung akan mempengaruhi diplomasi sebagai manifestasi politik
luar negeri. Juga sebaliknya, pelaksanaan politik luar negeripun dipengeruhi
oleh suatu perubahan yang mendasar di dalam tata hubungan internasional, baik
tingkat regional maupun internasional.
Program
penguatan politik luar negeri dan diplomasi, tujuan dari program tesebut yaitu Program
peningkatan kerjasama bilateral, regional dan global/ multilateral, tujuan dari
program ini yaitu untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang politik, sosial,
budaya, pertahanan dan keamanan, baik dengan cara bilateral, regional maupun
global/ multilateral. Adapun sasaran dari program diatas yaitu terwujudnya
suatu kerja sama internasiomal yang dapat saling menguntungkan di berbagai
bidang, serta terciptanya keseimbangan politik di kawasan Asia dan Pasifik
serta kawasan internasional yang lain.
BAB II
PENUTUP
- KESIMPULAN
§ Kerja
sama internasional adalah bentuk hubungan yang dilakukan oleh suatu negara
dengan negara lain yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan untuk
kepentingan negara-negara di dunia
§ Bentuk-bentuk
kerja sama internasional antara lain kerja sama bilateral, kerja sama regional,
dan kerja sama multilateral
§ Hubungan
kerjasama antar negara (internasional) di dunia diperlukan guna memenuhi
kebutuhan hidup dan eksistensi keberadaan suatu negara dalam tata pergaulan
internasional, di samping demi terciptanya perdamaian dan kesejahteraan hidup
yang merupakan dambaan setiap manusia dan negara di dunia.
§ Kerja
sama ekonomi yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia, baik yang sifatnya
regional maupun internasional, tentunya akan memberikan dampak bagi
perekonomian Indonesia. Salah satu dampak positifnya adalah menambah devisa
Negara.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Boediono.
Ekonomi Nasional. Yogyakarta : Badan Penerbit Fakultas Ekonomi.
2. Amir M.S.
1990. Penuntun Ekspor. Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo.
3. Salvatore,
Dominick. 1992. Ekonomi Internasional. Jakarta : Erlangga.
Sobri. Ekonomi
Internasional. Yogyakarta : Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UGM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar