Selasa, 10 Juni 2014

Laporan Hasil Pembuatan Pupuk Takakura Skala Rumah Tangga



KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan  penyusunan karya ilmiah ini.
Terima kasih kepada guru kami, karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk membuat KOMPOS TATAKURA sehingga kami dapat menyusun (laporan) karya ilmiah ini. Serta teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan bokashi serta penyusuan laporan ini. Sehingga  laporan ini dapat diselesaikan.
Laporan ini tidak lain berisi tentang cara PEMBUATAN KOMPOS TATAKURA dari bahan yang ada. Laporan ini juga di buat agar siswa lebih memahami tentang mengelolah lingkungan.
Penulis menyadari masih banyak yang harus disempurnakan dalam laporan ini, untuk itu penulis menerima semua saran dan kritik yang bersifat membangun dalam penyempurnaan laporan ini. Semoga  laporan ini dapat bermanfaat serta memudahkan dalam mempelajari materi ini.
Makassar, Mei 2014

            Sulastri




BAB I
PENDAHULUAN
  1.  Latar Belakang
            Pupuk Kompos sering didefinisikan sebagai suatu proses penguraian yang terjadi secara biologis dari senyawa-senyawa organik yang terjadi karena adanya kegiatan mikroorganisme yang bekerja pada suhu tertentu didalam atau wadah tempat pengomposan berlangsung.
            Peningkatan produksi pertanian, tidak terlepas dari penggunaan bahan kimia, seperti pupuk buatan/anorganik dan pestisida. Penggunaan pupuk buatan/kimia dan pestisida saat ini oleh petani kadang kala sudah berlebihan melebihi takaran dan dosis yang dianjurkan, sehingga menggangu keseimbangan ekosistem, disamping itu tanah cendrung menjadi tandus, organisme-organisme pengurai seperti zat-zat rensik, cacing-cacing tanah menjadi habis, demikian juga binatang seperti ular pemangsa tikus, populasi menurun drastis.
Pemakian pupuk pada waktu yang bersamaan (awal musim hujan) oleh petani, mengakibatkan sering terjadi kelangkaan pupuk di pasaran, walaupun ada harganya sangat tinggi, sehingga sebagian petani tidak sanggup membeli, akibatnya tanaman tidak dipupuk, produksi tidak optimal. Perlu ada trobosan untuk mengatasi hal tersebut, salah satu diantaranya adalah pembuatan pupuk organik (kompos).
Bahan pembuatan pupuk organik atau lebih dikenal dengan kompos memanfatkan limbah pertanian, seperti jerami, daun-daunan, rumput, pupuk kandang, serbuk gergaji, bahan tersebut mudah didapat dan tersedia dilahan pertanian.
Hal itulah yang mendasari kami sebagai siswa- siswi SMAN 12 MAKASSAR membuat alternatif pemecahan masalah terhadap hal tersebut untuk membantu para petani dan lingkungan sekitar yaitu dengan memanfaatkan limbah tersebut dengan menjadikannya sebagai kompos yang  menggunakan teknologi yang sederhana dan cara pembuatannya lebih mudah dibuat karena memanfaatkan dari bahan yang mudah didapat seperti kotoran hewan ternak dan tentunya hasilnya pun lebih baik. Disamping itu pupuk organik memiliki manfaat serta mutu dan nilai yang ekonomis.
  1.   Tujuan
            Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan kompos tatakura serta memberi wawasan baru dari siswa itu sendiri dalam hal mengelola limbah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi kita sendiri maupun orang lain.









BAB II
PEMBAHASAN

1.      Judul : Pembuatan Kompos Tatakura “ Bling-Bling “ skala rumah tangga.        
2.      Tempat : Jln. Bangkala 2 No. 52 blok 1 Perumnas Antang ( Rumah Erik )
3.      Pengertian Kompos Takakura
               Kompos Takakura adalah kompos yang terbuat dari sampah organik seperti sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan (tidak boleh yang mengandung protein seperti : nasi, tulang dan sebagainya) . Kelebihan kompos ini adalah tidak mengeluarkan bau dan kering . Penemu kompos ini berasal dari Jepang, bernama Mr.Takakura . Itu sebab nya kompos ini dinamakan kompos takakura.
Takakura adalah salah satu metode pengomposan baik skala rumah tangga maupun skala kawasan. Metode ini tidak memerlukan lahan yang luas dan kapasitasnya cocok dengan volume sampah domestic yang dibuang oleh rumah tangga sehari-harinya. Dengan metode ini, sampah organic rumah tangga dapat dikelola dengan mudah, tidak menimbulkan bau, tidak menyita banyak waktu dalam pemrosesannya dan hasilnya langsung dimanfaatkan.
Keranjang kompos Takakura adalah hasil penelitian dari seorang ahli Mr. Koji TAKAKURA dari Jepang. Mr. Takakura melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistem pengolahan sampah organik. Selama kurang lebih setahun, Mr. Takakura bekerja mengolah sampah dengan membiakkan bakteri tertentu yang ’memakan’ sampah organik tanpa menimbulkan bau dan tidak menimbulkan cairan.
Dalam pelaksanaan penelitiannya, Mr. Takakura mengambil sampah rumah tangga, kemudian sampah dipilah dan dibuat beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak berbau dan kering. Jenis bakteri yang dikembang biakkan oleh Takakura inilah yang kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut “Takakura Home Method” yang dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama “Keranjang Takakura”.

4.      BAHAN-BAHAN DAN KEGUNAANNYA
  • Komposter untuk membantu proses pembusukan sampah organic
  • Sampah organic yang tidak berprotein agar saat pembusukan tidak ada belatung nya
  • Sabut kelapa agar kompos tidak bau dan basah
  • Ram nyamuk atau strimin untuk dijadikan bantalan sabut kelapa
  • Kardus sebagai tempat proses pembusukan
  • Jarum dan tali rapia/benang kasur untuk menjahit bantalan
  • Bekatul untuk mempermudah pembusukan
  • Sekam bakar (jika perlu) bila bau
  • Serbuk kayu (jika perlu) untuk mengeringkan kompos bila basah
  • Keranjang untuk menjadi tempat kardus agar terlihat lebih cantik.

5.       CARA PEMBUATAN
  1. Pembuatan Starter
·         Menyiapkan starter mikroorganisme yang terdiri dari :
a.       Starter dengan larutan gula
§  Siapakan toples kaca ukuran 5 liter yang kedap udara.
§  Tambahkan kedalam toples 200 gram gula merah kemudian diencerkan dengan 3 liter air bersih, aduk sampai rata.
§  Masukkan 5 butir ragi ( poteng ). Bisa di ganti dengan sepotong tempe atau tape.
§  Tutup rapat toples, diamkan 3-5 hari. Warna akhir larutan coklat pekat dan baunya wangi tape.
b.      Starter dengan larutan garam
§  Siapkan toples kaca ukuran 5 liter yang kedap udara
§  Tambahkan satu sendok makan garam dapur, encerkan dengan 3 liter air kemudian pilih beberapa potong sayuran hijau seperti kangkung, bayam, atau kulit buah-buahan ( kulit pepaya dan pisang ) – sayuran tersebut di lumatkan dengan menggunakan blender lalu di masukkan ke dalam toples.
§  Diamkan 3-5 hari.
§  Jika sudah mengeluarkan bau seperti tape maka kompos siap di gunakan.
            PEMBUATAN BIBIT
            Caranya :
Ø  Siapkan 100 kg dedak, 100 kg sekam, kemudian starter mikroorganisme, kemudian air bersih dan terpal plastik.
Ø  Kemudian aduk dedak dan sekam sampai merata lalu di tambahkan larutan starter yang telah dibuat. Siram dengan air bersih hingga kelembapan 40-60 %
Ø  Kemudian ditutup dengan terpal plastik dan diamkan 5-7 hari. Tanda bahwa komposnya jadi yaitu permukaan di kompos terdapat jamur putih, tidak berbau, dan warnanya coklat
MENYIAPKAN KERANJANG TATAKURA
Ø  Menyiapkan keranjang yang berukuran 60 liter ( bisa terbuat dari plastik, anyaman, bambu/rotan, bentuknya siinder/kotak, harus memiliki pori-pori udara.
Ø  Dinding keranjang dilapisi dengan kardus atau kerts tebal, supaya kompos yang dimasukkan tidak berhamburan keluar.
LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN KOMPOS TATAKURA
Ø  Masukkan sekitar2-3 kg bibit kompos tatakura.
Ø  Masukkan sampah organik kedalam keranjang tatakura ( sisa sayuran, kulit-kulit buah, nasi-nasi basi, mie yang sudah tidak di konsumsi ). Yang jangan masukkan ( daging, tulang, telur, susu, dan sampah hewan lainnya )
Ø  Kemudian aduk sampah tersebut dengan bibit kompos tatakura yang terdapat di dalam keranjang.
Ø  Tutup keranjang rapat-rapat agar serangga dan lalat tidak masuk.
Ø  Apabila keranjang sudah penuh kira-kra 90 % sudah terisi, ambil 2/3 nya lalu pindahkan kedalam karung. Biarkan selama 2 minggu sebelum di gunakan.
Ø  Kompos yang dihasilkan kerng,  tidak terdapat cairan.
Ø  Kompos tatakura sudah terbentuk sempurna apabila teksturnya seperti tanah, yakni berwarna coklat kehitaman dan tidak berbau. Lalu dimasukkan kedalam karung.
6.      PERKEMBANGAN KOMPOS
  • 3 hari pertama :
Biasa saja, pembusukan belum  berjalan lancar.
  • 3 hari kedua :
Daun sudah mulai menghitam.
  • 3 hari ketiga :
Kompos sudah mulai membusuk dengan baik
  • 3 hari keempat:
Pembusukan tetap berjalan dengan baik.


7.      MASALAH YANG TIMBUL
ü  Pada 3 hari pertama sampah agak lama membusuk.

8.      TIPS AGAR KOMPOS CEPAT MEMBUSUK
  •  Beri sampah organik setiap hari
  • Selalu dikontrol
  • Diberi bekatul sebagai suplemen












BAB III
PENUTUP

  1.   Kesimpulan
            Kesimpulan dari percobaan yang kami lakukan adalah kompos takakura merupakan cara pembuatan kompos yang terbilang mudah, tidak menimbulkan bau yang menyengat, tidak basah sehingga dapat dilakukan di dalam ruangan.
  1. Saran
            Kompos takakura harus di kontrol setiap hari dan di ciprati air karena jika tidak itu akan membuat sampah organik sukar untuk membusuk . Jika kompos sukar membusuk, pembuatan kompos akan memakan waktu lebih lama. Berilah bekatul sebagai supelmen akan membuat mikroba lebih sehat dan giat mengolah kompos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar