KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah
puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan karya ilmiah ini.
Terima
kasih kepada guru kami, karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk
membuat KOMPOS TATAKURA sehingga kami dapat menyusun (laporan) karya ilmiah
ini. Serta teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan bokashi serta
penyusuan laporan ini. Sehingga laporan
ini dapat diselesaikan.
Laporan
ini tidak lain berisi tentang cara PEMBUATAN KOMPOS TATAKURA dari bahan yang
ada. Laporan ini juga di buat agar siswa lebih memahami tentang mengelolah
lingkungan.
Penulis
menyadari masih banyak yang harus disempurnakan dalam laporan ini, untuk itu
penulis menerima semua saran dan kritik yang bersifat membangun dalam
penyempurnaan laporan ini. Semoga
laporan ini dapat bermanfaat serta memudahkan dalam mempelajari materi
ini.
Makassar,
Mei 2014
Sulastri
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Pupuk Kompos sering didefinisikan
sebagai suatu proses penguraian yang terjadi secara biologis dari
senyawa-senyawa organik yang terjadi karena adanya kegiatan mikroorganisme yang
bekerja pada suhu tertentu didalam atau wadah tempat pengomposan berlangsung.
Peningkatan produksi pertanian,
tidak terlepas dari penggunaan bahan kimia, seperti pupuk buatan/anorganik dan
pestisida. Penggunaan pupuk buatan/kimia dan pestisida saat ini oleh petani
kadang kala sudah berlebihan melebihi takaran dan dosis yang dianjurkan,
sehingga menggangu keseimbangan ekosistem, disamping itu tanah cendrung menjadi
tandus, organisme-organisme pengurai seperti zat-zat rensik, cacing-cacing
tanah menjadi habis, demikian juga binatang seperti ular pemangsa tikus,
populasi menurun drastis.
Pemakian pupuk pada waktu yang bersamaan
(awal musim hujan) oleh petani, mengakibatkan sering terjadi kelangkaan pupuk
di pasaran, walaupun ada harganya sangat tinggi, sehingga sebagian petani tidak
sanggup membeli, akibatnya tanaman tidak dipupuk, produksi tidak optimal. Perlu
ada trobosan untuk mengatasi hal tersebut, salah satu diantaranya adalah
pembuatan pupuk organik (kompos).
Bahan pembuatan pupuk organik atau lebih
dikenal dengan kompos memanfatkan limbah pertanian, seperti jerami,
daun-daunan, rumput, pupuk kandang, serbuk gergaji, bahan tersebut mudah
didapat dan tersedia dilahan pertanian.
Hal itulah yang mendasari kami sebagai
siswa- siswi SMAN 12 MAKASSAR membuat alternatif pemecahan masalah terhadap hal
tersebut untuk membantu para petani dan lingkungan sekitar yaitu dengan
memanfaatkan limbah tersebut dengan menjadikannya sebagai kompos yang menggunakan teknologi yang sederhana dan cara
pembuatannya lebih mudah dibuat karena memanfaatkan dari bahan yang mudah
didapat seperti kotoran hewan ternak dan tentunya hasilnya pun lebih baik.
Disamping itu pupuk organik memiliki manfaat serta mutu dan nilai yang
ekonomis.
- Tujuan
Tujuan dari pembuatan laporan ini
adalah untuk mengetahui cara pembuatan kompos tatakura serta memberi wawasan
baru dari siswa itu sendiri dalam hal mengelola limbah menjadi sesuatu yang
lebih bermanfaat bagi kita sendiri maupun orang lain.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Judul
: Pembuatan Kompos Tatakura “ Bling-Bling “ skala rumah tangga.
2. Tempat
: Jln. Bangkala 2 No. 52 blok 1 Perumnas Antang ( Rumah Erik )
3. Pengertian
Kompos Takakura
Kompos
Takakura adalah kompos yang terbuat dari sampah organik seperti sayuran,
buah-buahan, dan daun-daunan (tidak boleh yang mengandung protein seperti :
nasi, tulang dan sebagainya) . Kelebihan kompos ini adalah tidak mengeluarkan
bau dan kering . Penemu kompos ini berasal dari Jepang, bernama Mr.Takakura .
Itu sebab nya kompos ini dinamakan kompos takakura.
Takakura adalah salah satu metode
pengomposan baik skala rumah tangga maupun skala kawasan. Metode ini tidak
memerlukan lahan yang luas dan kapasitasnya cocok dengan volume sampah domestic
yang dibuang oleh rumah tangga sehari-harinya. Dengan metode ini, sampah
organic rumah tangga dapat dikelola dengan mudah, tidak menimbulkan bau, tidak
menyita banyak waktu dalam pemrosesannya dan hasilnya langsung dimanfaatkan.
Keranjang kompos Takakura adalah hasil
penelitian dari seorang ahli Mr. Koji TAKAKURA dari Jepang. Mr. Takakura
melakukan penelitian di Surabaya untuk mencari sistem pengolahan sampah organik.
Selama kurang lebih setahun, Mr. Takakura bekerja mengolah sampah dengan
membiakkan bakteri tertentu yang ’memakan’ sampah organik tanpa menimbulkan bau
dan tidak menimbulkan cairan.
Dalam pelaksanaan penelitiannya, Mr.
Takakura mengambil sampah rumah tangga, kemudian sampah dipilah dan dibuat
beberapa percobaan untuk menemukan bakteri yang sesuai untuk pengomposan tak
berbau dan kering. Jenis bakteri yang dikembang biakkan oleh Takakura inilah
yang kemudian dijadikan starter kit bagi keranjang Takakura. Hasil percobaan
itu, Mr. Takakura menemukan keranjang yang disebut “Takakura Home Method” yang
dilingkungan masyarakat lebih dikenal dengan nama “Keranjang Takakura”.
4.
BAHAN-BAHAN
DAN KEGUNAANNYA
- Komposter untuk membantu proses pembusukan sampah organic
- Sampah organic yang tidak berprotein agar saat pembusukan tidak ada belatung nya
- Sabut kelapa agar kompos tidak bau dan basah
- Ram nyamuk atau strimin untuk dijadikan bantalan sabut kelapa
- Kardus sebagai tempat proses pembusukan
- Jarum dan tali rapia/benang kasur untuk menjahit bantalan
- Bekatul untuk mempermudah pembusukan
- Sekam bakar (jika perlu) bila bau
- Serbuk kayu (jika perlu) untuk mengeringkan kompos bila basah
- Keranjang untuk menjadi tempat kardus agar terlihat lebih cantik.
5.
CARA PEMBUATAN
- Pembuatan Starter
·
Menyiapkan starter mikroorganisme yang
terdiri dari :
a. Starter
dengan larutan gula
§ Siapakan
toples kaca ukuran 5 liter yang kedap udara.
§ Tambahkan
kedalam toples 200 gram gula merah kemudian diencerkan dengan 3 liter air
bersih, aduk sampai rata.
§ Masukkan
5 butir ragi ( poteng ). Bisa di ganti dengan sepotong tempe atau tape.
§ Tutup
rapat toples, diamkan 3-5 hari. Warna akhir larutan coklat pekat dan baunya
wangi tape.
b. Starter
dengan larutan garam
§ Siapkan
toples kaca ukuran 5 liter yang kedap udara
§ Tambahkan
satu sendok makan garam dapur, encerkan dengan 3 liter air kemudian pilih
beberapa potong sayuran hijau seperti kangkung, bayam, atau kulit buah-buahan (
kulit pepaya dan pisang ) – sayuran tersebut di lumatkan dengan menggunakan
blender lalu di masukkan ke dalam toples.
§ Diamkan
3-5 hari.
§ Jika
sudah mengeluarkan bau seperti tape maka kompos siap di gunakan.
PEMBUATAN
BIBIT
Caranya :
Ø Siapkan
100 kg dedak, 100 kg sekam, kemudian starter mikroorganisme, kemudian air
bersih dan terpal plastik.
Ø Kemudian
aduk dedak dan sekam sampai merata lalu di tambahkan larutan starter yang telah
dibuat. Siram dengan air bersih hingga kelembapan 40-60 %
Ø Kemudian
ditutup dengan terpal plastik dan diamkan 5-7 hari. Tanda bahwa komposnya jadi
yaitu permukaan di kompos terdapat jamur putih, tidak berbau, dan warnanya
coklat
MENYIAPKAN KERANJANG
TATAKURA
Ø Menyiapkan
keranjang yang berukuran 60 liter ( bisa terbuat dari plastik, anyaman,
bambu/rotan, bentuknya siinder/kotak, harus memiliki pori-pori udara.
Ø Dinding
keranjang dilapisi dengan kardus atau kerts tebal, supaya kompos yang
dimasukkan tidak berhamburan keluar.
LANGKAH-LANGKAH
PEMBUATAN KOMPOS TATAKURA
Ø Masukkan
sekitar2-3 kg bibit kompos tatakura.
Ø Masukkan
sampah organik kedalam keranjang tatakura ( sisa sayuran, kulit-kulit buah,
nasi-nasi basi, mie yang sudah tidak di konsumsi ). Yang jangan masukkan (
daging, tulang, telur, susu, dan sampah hewan lainnya )
Ø Kemudian
aduk sampah tersebut dengan bibit kompos tatakura yang terdapat di dalam
keranjang.
Ø Tutup
keranjang rapat-rapat agar serangga dan lalat tidak masuk.
Ø Apabila
keranjang sudah penuh kira-kra 90 % sudah terisi, ambil 2/3 nya lalu pindahkan
kedalam karung. Biarkan selama 2 minggu sebelum di gunakan.
Ø Kompos
yang dihasilkan kerng, tidak terdapat
cairan.
Ø Kompos
tatakura sudah terbentuk sempurna apabila teksturnya seperti tanah, yakni
berwarna coklat kehitaman dan tidak berbau. Lalu dimasukkan kedalam karung.
6.
PERKEMBANGAN
KOMPOS
- 3 hari pertama :
Biasa saja, pembusukan belum berjalan lancar.
- 3 hari kedua :
Daun
sudah mulai menghitam.
- 3 hari ketiga :
Kompos
sudah mulai membusuk dengan baik
- 3 hari keempat:
Pembusukan
tetap berjalan dengan baik.
7.
MASALAH
YANG TIMBUL
ü Pada
3 hari pertama sampah agak lama membusuk.
8.
TIPS
AGAR KOMPOS CEPAT MEMBUSUK
- Beri sampah organik setiap hari
- Selalu dikontrol
- Diberi bekatul sebagai suplemen
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan yang kami
lakukan adalah kompos takakura merupakan cara pembuatan kompos yang terbilang
mudah, tidak menimbulkan bau yang menyengat, tidak basah sehingga dapat
dilakukan di dalam ruangan.
- Saran
Kompos
takakura harus di kontrol setiap hari dan di ciprati air karena jika tidak itu
akan membuat sampah organik sukar untuk membusuk . Jika kompos sukar membusuk,
pembuatan kompos akan memakan waktu lebih lama. Berilah bekatul sebagai
supelmen akan membuat mikroba lebih sehat dan giat mengolah kompos.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar